Bantul – Sabtu, 25 Oktober 2025, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul yang menaungi 200 siswa menerima kunjungan dari Wakil Menteri Sosial. Pada kunjungan kali ini beliau menegaskan kembali komitmen negara terhadap hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

Sekolah Rakyat Jembatan Kehadiran Negara Menggapai Cita-Cita

Salam hangat untuk para pembaca setia! Kali ini, kita akan berbagi cerita mengenai kunjungan Wakil menteri Sosial di SRMA 19 Bantul. SRMA 19 Bantul merupakan sebuah sekolah yang berlokasi di Jl. Kesejahteraan Sosial No. 1 Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

kunjungan wakil menteri sosial ke SRMA 19 Bantul

Pada kunjungannya, Wakil Menteri Sosial berdialog dan menyapa siswa SRMA 19 Bantul selepas mereka makan malam. Wakil Menteri Sosial pun turut menyaksikan bagaimana proses para siswa memulai makan dan mengakhirinya.

Dalam sesi dialog yang akrab dengan para siswa dan tenaga pendidik, Wakil Menteri Sosial menyampaikan pesan lugas mengenai fungsi Sekolah Rakyat. Beliau menjelaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat adalah manifestasi nyata dari upaya pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang terhenti sekolahnya hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Kalian tidak bisa sekolah bukan karena salah kalian, tapi karena keterbatasan. Di sinilah negara menjemput kalian,” tegas Wakil Menteri Sosial.

Beliau memposisikan Sekolah Rakyat sebagai jembatan emas yang berfungsi sebagai akses bagi anak-anak yang kurang beruntung untuk tetap memiliki kesempatan luas dalam menggapai semua impian dan cita-cita. Ini adalah penegasan bahwa pendidikan berkualitas adalah hak fundamental setiap warga negara.

Baca juga : Mendidik Generasi Pengawas Pelayanan Publik: Ketua Ombudsman RI Kunjungi SRMA 19 Bantul

Membangun Kepercayaan Diri dan Toleransi

Pesan inti yang ditekankan Wakil Menteri Sosial dalam kunjungan ini berpusat pada dua aspek penting, yaitu kepercayaan diri dan etika sosial!

Kepercayaan Diri

Di Sekolah Rakyat siswa didorong untuk percaya diri dan pantang rendah diri. Wakil Menteri Sosial meyakini bahwa keberanian untuk bermimpi besar, diwujudkan dengan semangat dan tekad yang kuat. Kunci utamanya berani dulu, dengan kepercayaan diri untuk meraih kesuksesan.

Etika Sosial

Hal yang tak kalah penting yang Wakil Menteri Sosial tekankan adalah pentingnya saling menguatkan dan menghargai perbedaan. Mengingat Indonesia adalah negara Bhinneka Tunggal Ika. Sekolah Rakyat sebagai “rumah kedua,” harus bebas dari bullying, kekerasan, dan pelecehan. Karena etika sosial adalah fondasi kehidupan bermasyarakat.

Dampak Positif dan Harmoni di Bantul

Kunjungan ini juga membuktikan keberhasilan program Sekolah Rakyat, khususnya di SRMA 19 Bantul dalam membentuk karakter siswa. Wakil Kepala SRMA 19 Bantul, juga mengonfirmasi perubahan positif signifikan pada siswa.

Baca juga : Konsolidasi Sekolah Rakyat dan Cerita Lana dari SRMA 19

Siswa yang awalnya cenderung minder dan pendiam, kini telah tumbuh menjadi pribadi yang berani tampil dan percaya diri di depan publik. Selain itu, SRMA 19 menjadi contoh nyata harmoni dalam keberagaman.

Meskipun menampung siswa dari latar belakang agama yang berbeda, suasana asrama ditandai dengan toleransi tinggi. Di mana semua saling menghormati dan mendukung satu sama lain. Ini menunjukkan indahnya persatuan di tengah perbedaan.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Ariefrd.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca