Bantul – Kementerian Sosial (Kemensos) melaksanakan kegiatan Konsolidasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul (SRMA 19 Bantul), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (9/9/2025).
Mensos mengajak para Kepala Dinsos, Kepala SR, dan Koordinator Kab/Kota Program Keluarga Harapan (PKH) se-DIY dan Jateng untuk bersama-sama mendukung terselenggaranya Sekolah Rakyat yang lebih baik dan solid. Dalam kegiatan hadir juga dari TNI dan Polri.

Kisah Lana, Putus Sekolah Temukan Harapan di Sekolah Rakyat
Sebelum kegiatan, Mensos beserta rombongan yang datang ke ruang pertemuan diiringi oleh hadrah dari siswa SRMA 20 Sleman. Kemudian disambut Yel-yel dari Siswa SRMA 19 Bantul.
Pada saat pertemuan juga ada penampilan-penampilan Puisi, lagu dan tarian yang dipersembahkan oleh Siswa SRMA 43 Magelang, SRMA 19 bantul dan SRMA 20 Sleman. Mensos juga sempat berbincang dipentas dengan salah satu Siswa SRMA 19 Bantul Arif Maulana Muhammad (Lana).
Baca juga: Kepala Staf Kepresidenan Kunjungi SRMA 19 di Bantul
Lana yang menampilkan sosok semar dalam pentasnya, membagikan kisah hidupnya yang sempat putus sekolah hingga akhirnya bisa bersekolah kembali di Sekolah Rakyat. Kisah itu diceritakannya langsung saat interaktif dengan Menteri Sosial dihadapan para Kepala Dinas Sosial serta Kepala Sekolah Rakyat se-DIY dan Jateng.

(dok. Kemensos)
“Berapa tahun putus sekolah?” tanya Gus Ipul.
“Total 1,5 tahun, soalnya, pas habis lulus dari SMP tuh sempat daftar SMK, Pak. Tapi keluar semester pertama, merawat ibu sakit Pak,” jawab Lana.
Lana mengaku awalnya kesulitan beradaptasi dengan temannya yang rata-rata lebih muda, namun seiring berjalannya waktu, Ia bisa menyesuaikan diri. Lana menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia karena cita-citanya ingin menjadi penulis.
”Kalau didepan ada pak Presiden (Prabowo), kamu ingin menyampaikan apa?” tanya Mensos,
“Untuk Pak Presiden Prabowo Subianto, terima kasih sebesar-besarnya telah membuat program Sekolah Rakyat ini untuk orang-orang yang tidak mempunyai biaya untuk sekolah, untuk melanjutkan pendidikan,” ucap Lana.
Lana adalah salah satu anak yang bisa bersekolah kembali karena Sekolah Rakyat. “Inilah anak-anak isimewa, anak-anak istimewa ceria kayak gini, kalau enggak ada kesempatan sekolah, bayangkan bapak ibu sekalian, kayak apa mereka ini,” kata Gus Ipul.
56 Sekolah Rakyat Baru Ditarget Operasi September 2025
Mensos berharap setelah Koordinasi dengan Kepala Sekolah, Kepala Dinas Sosial yang berasal dari Jawa Tengah dan DIY penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini terus makin solid, makin baik. Seluruh tantangannya bisa dicarikan solusi,
Lebih lanjut, ia menambahkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan yang telah berlangsung di 100 titik pertama telah berlangsung dengan baik.
“Alhamdulillah saya ingin sampaikan sekali lagi, secara umum di 100 titik yang sudah beroperasi, baik sekali pelaksananya,” katanya.
Saat memberikan arahan di hadapan Para Kepala Dinsos, Kepala SR, dan Koordinator Kab/Kota Program PKH se-DIY dan Jateng, Gus Ipul menyampaikan bahwa Kemensos tidak bisa bekerja sendirian dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Baca juga : Menteri PU Tinjau SRMA 19 di Bantul: “Tolong Dijaga Bersama-sama”
Menteri Sosial juga menyampaikan bahwa program SR yang sudah berjalan masih menghadapi sejumlah tantangan. Namun Kemensos bersama pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait lainnya, hingga TNI-Polri terus melakukan sinergi untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan alternatif tersebut.
“Secara umum pelaksanaannya baik sekali. Memang ada tantangan seperti sarana, kebutuhan wali asrama, maupun tenaga keamanan, tetapi itu bisa kami penuhi secara bertahap,” Ujar Mensos.
Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan ini! Semoga informasi singkat mengenai Sekolah Rakyat ini bermanfaat!
Jika kamu ingin berbagi pengetahuan atau pengalaman, silakan kirimkan tulisan kamu ke alamat email dibawah atau berbagi di kolom komentar. Saya berharap semua aktivitas yang kita jalankan saat ini berjalan dengan baik dan semoga kita dapat membangun masyarakat yang lebih baik.
Inisiatif Sekolah Rakyat tidak hanya membuka pintu kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tetapi juga merupakan langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Semangat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ditambah dengan kesiapan fasilitas dan penyeleksian yang transparan, menjadikan program ini sebagai tonggak penting menuju masa depan yang lebih cerah.
Agenda ini juga menjadi kunjungan kedua Menteri Sosial ke SRMA 19 Bantul. Sebelumnya ia juga sempat mengunjungi SRMA 19 bantul 3 hari setelah pembukaan SR pada bulan Juli yang lalu.