Bantul – Tim IPRSKPN Sentra Terpadu Prof Dr. Soeharso melakukan edukasi bahaya penyalahgunaan Napza di SMP Patria Bantul pada tanggal 20 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan membekali para siswa dengan pemahaman mendalam tentang bahaya NAPZA.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 7, 8 dan 9 SMP Patria Bantul. Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa, khususnya di kalangan pelajar dan remaja.

Menyampaikan pesan kepada Siswa SMP Patria Bantul
Pembekalan Masa Depan dari Sekolah
Partisipasi aktif dari para siswa menunjukkan kesadaran mereka akan pentingnya topik ini. Inisiatif kolaboratif ini menjadi bukti nyata komitmen berbagai pihak dalam melindungi anak-anak muda dari jerat penyalahgunaan zat berbahaya.

Kegiatan edukasi dan penyuluhan dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah SMP Patria Bantul. Beliau menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bekal berharga bagi para siswa.
“Kegiatan ini yang paling bagus untuk kita semua,” ujarnya, “silakan nanti yang disampaikan dipahami dimengerti, sebagai bekal masa depan kalian.”
Pesan ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan ajakan tulus agar para siswa benar-benar meresapi materi yang disampaikan.
Baca Juga : Penyuluhan Bahaya NAPZA di SMP Muhammadiyah Pleret: Langkah Konkret Selamatkan Generasi Muda
Beliau juga memberikan pesan yang mendalam tentang peran penting generasi muda dalam kemajuan bangsa, “Maju mundurnya bangsa tergantung kalian-kalian semua.”
Beliau berharap dengan adanya kegiatan ini, para siswa dapat membedakan mana hal yang harus dijauhi dan mana yang harus dilakukan untuk kemajuan mereka.
“Harapan kami, anak-anak bisa mengerti, barang apa yang harus dijauhi, dan jangan sekali-kali mencoba,” tambahnya.
Pesan ini menggarisbawahi pentingnya memiliki kesadaran dan pengetahuan yang kuat untuk menghindari godaan NAPZA. Dukungan penuh dari pihak sekolah menjadi fondasi yang kuat dalam upaya pencegahan.
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada kurikulum akademis, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan kesadaran sosial.
Tim Kerja IPRSKPN Edukasi Siswa SMP Patria Bantul
Tim Kerja IPRSKPN Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso yang hadir dalam kegiatan ini memainkan peran sentral dalam menyampaikan materi. Sebagai bagian dari Kementerian Sosial institusi yang berfokus pada rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan NAPZA, Tim Kerja IPRSKPN Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso menyampaikan pemahaman mendalam tentang dampak destruktif dari zat-zat tersebut.
Ketua tim IPSKPN menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah “pencegahan agar adik-adik tidak terjerumus dalam penggunaan NAPZA.”
Penyuluhan yang disampaikan dikemas secara interaktif dan mudah dipahami oleh para siswa SMP Patria Bantul. Materi mencakup berbagai aspek, mulai dari jenis-jenis NAPZA, dampak buruknya bagi kesehatan fisik dan mental, hingga konsekuensi yang mengancam.
Pendekatan ini diharapkan dapat membuka mata para siswa dan menumbuhkan sikap waspada. Tim juga memberikan panduan praktis tentang bagaimana menolak ajakan menggunakan NAPZA dari lingkungan sekitar serta tips untuk mencari bantuan jika menemukan teman atau kerabat yang terindikasi menggunakan zat adiktif.
Membangun Kesadaran dan Kesiapsiagaan Dini
Edukasi yang diberikan oleh Tim Kerja IPRSKPN Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di SMP Patria Bantul ini merupakan langkah dalam membangun benteng pertahanan dini di kalangan remaja, khususnya para siswa SMP Patria Bantul.
Baca Juga : Cara Mengatasi Kecemasan Pada Remaja
Pentingnya menanamkan kesadaran sejak dini tidak bisa disepelekan. Pelajar adalah kelompok usia yang masih rentan, mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial, dan seringkali memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Oleh karena itu, membekali mereka dengan informasi yang akurat dan lengkap adalah kunci untuk mencegah mereka salah langkah.
#GenerasiEmas
Pahlawan Tanpa Kecanduan
Jadilah remaja hebat yang memilih masa depan cerah, bukan jalan buntu yang merusak. Kekuatan terbesarmu adalah pilihanmu.
Kenali Musuhmu
NAPZA bukan teman, tapi zat berbahaya yang bisa mengendalikan hidupmu. Pahami apa saja jenisnya agar kamu bisa menghindarinya.
Narkotika
Zat yang menurunkan kesadaran dan menghilangkan rasa nyeri, tapi menyebabkan ketergantungan sangat kuat. Contoh: Ganja, Heroin.
Psikotropika
Zat yang memengaruhi kerja otak dan mengubah perilaku serta mental penggunanya. Contoh: Ekstasi, Sabu-sabu.
Zat Adiktif
Zat lain yang jika dikonsumsi bisa membuat ketagihan dan merusak kesehatan. Contoh: Rokok, Minuman Keras, Lem.
Jejak Kehancuran
Satu kali mencoba bisa meninggalkan jejak kerusakan permanen. Lihat bagaimana NAPZA menghancurkan berbagai aspek penting dalam hidupmu. Klik bagian chart untuk melihat detailnya.
Bangun Benteng Pertahananmu
Kamu punya kekuatan untuk melawan. Pelajari cara menolak ajakan dan isi waktumu dengan hal-hal positif yang membangun masa depan.
Tolak dengan Berani, Katakan TIDAK!
Klik salah satu skenario di atas untuk melihat cara menolaknya.
Kamu Tidak Sendiri
Menghadapi masalah atau tekanan itu wajar. Yang terpenting, jangan hadapi sendirian. Selalu ada yang siap mendengarkan dan membantumu.
Orang Tua & Keluarga
Mereka adalah orang pertama yang akan melindungimu. Jangan takut untuk jujur dan bercerita pada mereka.
Guru & Guru BK
Sekolah adalah rumah keduamu. Guru, terutama Guru BK, dilatih untuk membantumu mencari solusi terbaik.
Teman Terpercaya
Pilihlah teman yang membawamu ke arah kebaikan. Saling mendukung untuk menjauhi hal-hal negatif.
Harapan Menuju Indonesia Emas
Kegiatan penyuluhan dan edukasi di SMP Patria Bantul menjadi bentuk sinergi antara lembaga pemerintah seperti Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso dan institusi pendidikan seperti SMP Patria Bantul. Kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga generasi penerus bangsa.
Dengan semakin banyak sekolah yang proaktif mengadakan program edukasi seperti ini, harapan untuk menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari NAPZA akan semakin besar.
Baca juga : Merangkul Korban Penyalahgunaan Narkoba Berperilaku Positif
Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan ini! Semoga informasi singkat ini bermanfaat! Jika kamu ingin berbagi pengetahuan atau pengalaman, silakan kirimkan tulisan kamu ke alamat email dibawah atau berbagi di kolom komentar. Saya berharap semua aktivitas yang kita jalankan saat ini berjalan dengan baik dan semoga kita dapat membangun masyarakat yang lebih baik.
Upaya rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan oleh Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso termasuk kegiatan pencegahan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membentuk generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing tinggi pada tahun 2045.