Teknik Observasi Dalam Pengumpulan Data

 

Teknik observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik yang sering digunakan dalam penelitian untuk mengumpulkan data.

 

Pengertian Observasi

 

Observasi adalah sistem atau rencana untuk mengamati perilaku. Selain itu, observasi juga diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Margono, 2003).

 

Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa sehingga observer (pengamat) berada bersama objek yang diselidiki disebut observasi langsung.

 

Sedangkan observasi tidak langsung adalah pengamatan dan pencatatan yang dilakukan tidak pada saat peristiwa tersebut berlangsung. Misalnya melalui film, slide atau foto.

 

Teknik Observasi

 

Teknik observasi terbagi menjadi dua macam, yaitu teknik observasi terbuka dan teknik observasi tertutup. Masing-masing teknik ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

 

Observasi terbuka

 

Observasi terbuka adalah bentuk observasi yang ideal dan paling dapat dipertanggungjawabkan. Pada teknik ini, peneliti melakukan observasi secara terang-terangan dan dengan mengungkapkan identitas pribadi maupun institusi yang diwakilinya secara jelas.

 

Selain itu, orang yang akan diobservasi tidak merasa dikecoh atau ditipu, hal ini merupakan keunggulan observasi terbuka.

 

Observasi tertutup

 

Observasi tertutup dilakukan secara diam-diam dan peneliti tidak mengungkapkan identitas pribadi maupun institusinya bahkan dirahasiakan. Misalnya untuk mengobservasi, observer menyamar menjadi sesuatu.

 

Keunggulan teknik ini adalah bisa digunakan untuk menyusup ke orang atau kelompok yang akan dijadikan objek observasi. Kelemahannya adalah pihak yang diobservasi merasa dikecoh atau ditipu dan bila ia merasa keberatan maka ia bisa saja melaporkan observer sebagai “pencuri data”.

 

Agar Teknik Observasi Efektif

 

Seorang pengamat harus memperhatikan beberapa hal berikut agar penggunaan teknik observasi ini dapat mengumpulkan data secara efektif.

  1. Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai objek yang akan diobservasi.
  2. Pemahaman tujuan umum dan khusus dari penelitian yang dilaksanakan.
  3. Menentukan cara dan alat yang digunakan dalam pencatatan data, apakah akan langsung dicatat atau setelah observasi selesai dilakukan.
  4. Menentukan kategori gejala yang diamati, apakah dengan menggunakan skala tertentu, sekedar mencatat frekuensi gejala yang muncul tanpa klasifikasi tingkatannya.
  5. Pengamatan dan pencatatan harus dilakukan secara cermat dan kritis, agar tidak ada satu gejala pun yang terlewat dari pengamatan.
  6. Pencatatan setiap gejala harus dilakukan secara terpisah agar tidak saling mempengaruhi.
  7. Memiliki pengetahuan dan keterampilan terhadap alat dan cara mencatat hasil observasi.

Apakah ada komentar