Apa itu kusta ?

Kusta, yang juga dikenal sebagai penyakit Hansen atau Morbus Hansen, adalah penyakit infeksi kronis yang menyerang kulit, saraf tepi, dan terkadang saluran pernapasan. Penyebab kusta adalah bakteri Mycobacterium leprae yang pertumbuhannya lambat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
eks penderita kusta
Diskusi dengan Warga Eks Penderita Kusta di Tamalanrea, kota Makassar

Meskipun penyakit ini menular, penularannya tidak semudah penyakit akibat infeksi lainnya. Penularan kusta biasanya terjadi melalui kontak kulit yang lama dan erat dengan penderita kusta, atau menghirup percikan ludah atau dahak saat penderita batuk atau bersin.

Gejala utama kusta yaitu:

  • Bercak perubahan warna kulit menjadi lebih putih atau kemerahan
  • Lesi di kulit berbentuk benjolan yang tidak hilang
  • Mati rasa pada bagian kulit yang terdapat bercak atau lesi
  • Kelemahan otot

Dengan pengobatan dini, penyakit kusta dapat disembuhkan dan kecacatan bisa dicegah. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Awal mula kusta

Kusta telah ada sejak zaman dahulu dan sulit untuk menentukan di mana tepatnya penyakit ini pertama kali muncul. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kusta sudah ada di Mesir Kuno, Tiongkok Kuno, dan India sejak 4.000 tahun sebelum masehi.

Bakteri Mycobacterium leprae, sebagai penyebab kusta, baru diketahui pada tahun 1873 oleh seorang ilmuwan asal Norwegia bernama Gerhard Henrik Armauer Hansen.

Saat ini, kusta masih ditemukan di beberapa negara, termasuk India, Vietnam, dan Indonesia.

Baca Juga: Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Penting

Gejala kusta dapat diketahui

Kusta dapat diketahui saat munculnya gejala-gejala awal, seperti:

  • Bercak perubahan warna kulit. Bercak ini bisa lebih putih atau kemerahan dibandingkan dengan warna kulit di sekitarnya. Bercak kusta biasanya tidak terasa sakit atau gatal.
  • Mati rasa pada kulit. Bagian kulit yang terdapat bercak atau lesi kusta bisa terasa mati rasa atau baal.
  • Kelemahan otot. Penderita kusta mungkin mengalami kelemahan otot, terutama di tangan dan kaki.
  • Benjolan di kulit. Pada beberapa kasus, kusta dapat menyebabkan munculnya benjolan di kulit.

Gejala-gejala kusta dapat muncul dalam beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun setelah seseorang terpapar bakteri penyebabnya. Masa inkubasi kusta rata-rata adalah 3-5 tahun, tetapi bisa juga berkisar antara 40 hari hingga 40 tahun.

Jika muncul gejala-gejala kusta, segerakan periksa diri ke dokter. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan kecacatan akibat kusta.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui apakah kamu berisiko terkena kusta:

  • Pernah kontak dengan penderita kusta
  • Tinggal di daerah endemik kusta
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Pemeriksaan fisik dan tes diagnostik untuk memastikan diagnosis kusta, seperti Tes kerokan kulit dan Tes darah

Pengobatan kusta tergantung pada jenis kusta dan tingkat keparahannya. Pengobatan kusta biasanya menggunakan kombinasi antibiotik. Dengan pengobatan yang tepat, kusta dapat disembuhkan. Selain itu, pengobatan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan kecacatan akibat kusta.

Berikut adalah beberapa tips kesehatan untuk mencegah kusta:

  • Jika harus kontak dengan penderita kusta, segera cuci tangan dengan sabun dan air setelahnya.
  • Tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta berolahraga secara teratur.
  • Jika tinggal di daerah endemik kusta, ikutilah program skrining kusta.

Mengapa bisa menderita kusta

Seseorang dapat menderita kusta karena terpapar bakteri Mycobacterium leprae. Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu:

  • Kontak kulit yang lama dan erat. Kusta dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit yang terkena kusta, terutama jika terjadi luka atau lecet pada kulit.
  • Percikan ludah atau dahak. Bakteri Mycobacterium leprae dapat dikeluarkan melalui ludah atau dahak saat penderita batuk atau bersin. Orang yang menghirup percikan ini dapat tertular kusta.
  • Kontak dengan armadillo yang terinfeksi. Armadillo adalah hewan yang dapat membawa bakteri Mycobacterium leprae. Seseorang yang kontak dengan armadillo yang terinfeksi, seperti menyentuh atau memakan dagingnya, dapat tertular kusta.

Penting untuk diingat, bahwa kusta tidak mudah menular. Penularan kusta membutuhkan kontak yang lama dan erat dengan penderita. Namun jika kamu mengalami gejala-gejala kusta, segera periksakan diri ke dokter. Karena diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan kecacatan akibat kusta.

Penderita kusta bisa sembuh lho!

Semua orang yang menderita kusta dapat disembuhkan, asalkan mendapatkan pengobatan yang tepat dan tuntas. Pengobatan kusta menggunakan kombinasi antibiotik yang berbeda-beda tergantung pada jenis kusta dan tingkat keparahannya. Pengobatan ini biasanya berlangsung selama 6 bulan hingga 2 tahun.

Faktor-faktor yang memengaruhi kesembuhan kusta

Semakin dini kusta didiagnosis dan diobati, semakin besar kemungkinan untuk sembuh total. Penderita kusta harus patuh minum obat sesuai dengan resep dokter untuk mencapai kesembuhan. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat lebih mudah sembuh dari kusta.

Jangan pernah berhenti minum obat meskipun gejala kusta sudah membaik. Menkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan. Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh untuk melawan infeksi bakteri. Hindari stress, karena stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat penyembuhan. Berobat dan kontrol ke dokter secara rutin untuk memantau perkembangan penyakitnya. Dengan pengobatan yang tepat dan tuntas, kusta sangat mungkin untuk dapat disembuhkan dan penderita dapat kembali menjalani hidup normal.

Stop Diskriminasi terhadap Penderita Kusta

Meskipun kusta dapat disembuhkan, sayangnya diskriminasi terhadap penderita kusta masih kerap terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Diskriminasi ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pengucilan sosial; penolakan pekerjaan; bahkan kekerasan fisik dan verbal.

Beberapa hal yang menyebabkan diskriminasi terhadap penderita kusta. pertama, Kurangnya pengetahuan tentang kusta, banyak orang yang tidak tahu bahwa kusta tidak mudah menular dan dapat disembuhkan. kedua, adanya Stigma negatif, kusta sering dikaitkan dengan penyakit yang kotor dan memalukan. Ketiga, Ketakutan, orang-orang yang tidak mengerti tentang kusta sering kali takut tertular penyakit ini.

Beberapa contoh kasus diskriminasi terhadap penderita kusta di Indonesia. Pada tahun 2023, masih ada anak di Jawa Timur ditolak masuk sekolah karena menderita kusta. Pada tahun 2022, seorang pria di Sulawesi Selatan diusir dari kampungnya karena menderita kusta. Pada tahun 2021, seorang wanita di Sumatra Utara mengalami kekerasan fisik dan verbal dari tetangganya karena menderita kusta. Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa diskriminasi terhadap penderita kusta masih menjadi masalah serius di Indonesia.

Segenap elemen pemerintah dan Masyarakat dapat berperan dalam memerangi diskriminasi terhadap penderita kusta. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi diskriminasi terhadap penderita kusta diantaranya:

  • Belajar tentang kusta

Semakin banyak kita tahu tentang kusta, semakin mudah kita untuk melawan stigma negatif yang melekat pada penyakit ini.

  • Penyuluhan dan edukasi

Masyarakat perlu diberikan penyuluhan dan edukasi tentang kusta agar mereka memahami bahwa penyakit ini tidak mudah menular dan dapat disembuhkan.

  • Berbicara menentang diskriminasi

Ketika kita melihat diskriminasi terhadap penderita kusta, kita harus berani berbicara menentangnya.

  • Mendukung organisasi yang membantu penderita kusta

Kita dapat mendukung organisasi yang membantu penderita kusta dengan cara menyumbang atau menjadi relawan.

  • Kampanye anti-stigma

Kampanye anti-stigma perlu dilakukan untuk menghilangkan stigma negatif yang melekat pada penyakit kusta.

  • Penegakan hukum

Pemerintah perlu menegakkan hukum yang melindungi hak-hak penderita kusta.

Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan ramah bagi penderita kusta.

Kesimpulan

  1. Kusta adalah penyakit yang dapat disembuhkan. Pencegahan dan penyembuhan kusta dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:
  2. Perlu peran aktif segenap elemen pemerintah dan Masyarakat untuk memerangi diskriminasi terhadap penderita kusta.
  3. Dengan upaya bersama, semoga kita dapat mengendalikan kusta dan mewujudkan masyarakat yang sehat secara fisik, sosial dan kejiwaan akibat kusta.

Eksplorasi konten lain dari Ariefrd.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca