Blitar (18/6) – Kementerian Sosial RI melalui Instalasi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (IPRSKPN) Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta hadir memberikan dukungan nyata kepada 42 klien Binaan BNNK Blitar. Pada tanggal 18 Juni 2026, bertempat di Kantor BNNK Blitar, telah dilaksanakan penyaluran bantuan sosial melalui Program ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial).
Proses pemulihan dari penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (Napza) tidak berhenti saat masa rehabilitasi selesai. Tantangan sesungguhnya justru hadir pascarehabilitasi, yaitu bagaimana para mantan penyalahguna dapat kembali berintegrasi ke masyarakat, hidup produktif, dan mandiri secara ekonomi.
Bantuan ini diserahkan secara langsung kepada 42 klien yang merupakan peserta program rehabilitasi BNN serta program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Klien IBM yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari 5 desa binaan yang selama ini aktif didampingi oleh BNNK Blitar.
Dalam kegiatan ini, kami terlibat langsung untuk mengawal dan memastikan bahwa bantuan yang diserahkan benar-benar diterima oleh Penerima Manfaat (PM) yang berhak. Sesuai dengan hasil asesmen serta hasil pengecekan desil kemiskinan yang telah dilakukan sebelumnya.
Kolaborasi untuk Kemandirian Pascarehabilitasi
Bakti Sosial Kementerian Sosial melalui Program ATENSI kali ini dirancang khusus untuk menyasar dua aspek fundamental dalam proses pemulihan klien, yaitu pemenuhan kebutuhan dasar dan pemberdayaan ekonomi. Dukungan yang diberikan terbagi menjadi dua jenis bantuan utama.
Pertama, Bantuan Kebutuhan Layak Hidup. Dukungan ini diberikan untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar fisik dan nutrisi klien terpenuhi dengan baik selama menjalani proses pemulihan dan adaptasi kembali di lingkungan sosial.
Kedua, Bantuan Kewirausahaan. Bukan sekadar stimulan sesaat, bantuan modal dan sarana usaha ini disalurkan sebagai upaya nyata untuk mendukung pengembangan usaha, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta membangun kemandirian finansial klien agar tidak kembali terjerumus pada lingkaran penyalahgunaan Napza.
Baca Juga:
- Sinergi ATENSI Kemensos bagi 53 Klien Klaster Napza di Bapas Malang
- Dari SRMP 29 Pamekasan, Menuju Cahaya yang Resilien dan Bebas Penyalahgunaan Napza
- Catatan Pengalaman OJT: Belajar TC Korban Penyalahgunaan Napza di Sentra Insyaf Medan
Pemberian bantuan dalam kegiatan ini tidak lepas dari proses verifikasi ketat di lapangan. Termasuk pengecekan desil atas usulan calon PM yang diajukan oleh BNNK Blitar. kami memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran secara sosiologis dan ekonomi, sehingga bantuan kewirausahaan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan minat, bakat, serta kapasitas produktif yang dimiliki oleh masing-masing Penerima Manfaat (PM).
Pesan BNNK Blitar: Pulih Dimulai dari Niat Kuat
Dalam kesempatan tersebut, pihak BNNK Blitar menyampaikan pesan dan motivasi bagi para kliennya yang menjadi penerima manfaat. Pihak BNN menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk kehadiran negara yang tidak akan membiarkan warganya berjuang sendirian.

“Kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah untuk menemani teman-teman (klien) dalam upaya pemulihan melalui rehabilitasi. Maka, tolong buktikan bahwa kalian bisa pulih. Pulih bukan karena penegakan hukum yang kuat, atau bantuan yang diberikan, tapi karena niat dan keinginan yang kuat dari diri masing-masing.”
Pesan ini menjadi pengingat berharga bahwa bantuan modal usaha dan fasilitas rehabilitasi terbaik sekalipun tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya komitmen internal yang kokoh dari para PM untuk benar-benar berubah.
Melalui kepedulian yang terus dialirkan, kita diingatkan kembali bahwa berbagi berarti berkehidupan—karena dengan mengulurkan tangan, kita tidak hanya memberikan bantuan materi, melainkan juga menyalakan kembali harapan hidup dan masa depan yang lebih baik bagi sesama.
Terima kasih telah membaca informasi ini. Silakan berbagi informasi dan pengetahuan melalui email dibawah atau dikolom komentar. Semoga kita dapat membangun masyarakat yang lebih baik.Mari bersama kita terus dukung lingkungan yang inklusif dan bebas dari stigma bagi mereka yang sedang berjuang untuk pulih!

