BANTUL – Masalah penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) masih menjadi tantangan sosiologis dan kesehatan yang masif di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Menyadari urgensi tersebut, UPT Kementerian Sosial Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso memperingati momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 secara kolaboratif melalui aksi nyata yang menyentuh akar rumput masyarakat.

Salah satu inisiatif preventif terpadu yang sukses digelar adalah kampanye “SEHATI” (Sehat Bersama, Aktif, Tangguh, dan Inspiratif). Aksi nyata ini terwujud berkat sinergi lintas sektor yang luar biasa. Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di Surakarta melalui Tim IPRSKPN di Kampus Sonosewu berkolaborasi dengan para Pendamping Rehabilitasi Sosial dan Pemerintah Kalurahan Ngestiharjo didukung oleh Program Studi Profesi Ners UMY dan Puskesmas II Kasihan, Bantul.

Melalui kolaborasi ini, kampanye anti-narkoba berhasil diintegrasikan dengan penyediaan layanan kesehatan masyarakat secara gratis pada Senin, 29 Juni 2026. Bertempat di Lapangan dan Aula Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di Surakarta kampus Sonosewu.

Lebih dari Sekadar Slogan: Ada 3 Kegiatan pada Kampanye SEHATI

Kampanye “SEHATI” mengusung prinsip bahwa pertahanan terbaik melawan jeratan narkoba dimulai dari kesadaran individu untuk memilih hidup sehat. Oleh karena itu, agenda disusun ke dalam tiga kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan penting Masyarakat.

Senam Bersama (Gerak Sehat, Badan Bugar)

Dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan aktivitas fisik luar ruangan, senam aerobic untuk mengawali rangkaian acara. Senam bersama bukan sekadar olahraga penunjang kebugaran jasmani. Melainkan menjadi medium efektif untuk mencairkan suasana guna mempererat kebersamaan dan sinergi antar-warga Kalurahan Ngestiharjo, para pegawai, pendamping sosial, tenaga Kesehatan, mahasiswa dan instansi terkait.

Cek Kesehatan Gratis (Kenali Kondisi Diri, Jaga Kesehatan)

Kegiatan ini didukung oleh Mahasiswa program studi profesi Ners UMY. Sesi deteksi dini kesehatan fisik formal ini disediakan gratis untuk semua kalangan usia tanpa batasan kuota. Melalui pemeriksaan berkala ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi klinis harian mereka sebagai bagian dari gaya hidup preventif.

Konsultasi Gigi Gratis (Sehat Gigi, Senyum Percaya Diri)

Dihadiri langsung oleh tim dokter gigi dari Puskesmas II Kasihan, layanan interaktif ini memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan oral. Aspek ini sering kali luput, padahal kesehatan gigi dan mulut memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup serta kesehatan mental individu.

Mengupas Dampak Sistemik NAPZA lewat Edukasi Interaktif

Selain berfokus pada kesehatan fisik, esensi utama dari peringatan HANI 2026 kali ini terletak pada sesi penyuluhan interaktif yang digelar di dalam aula. Tim gabungan dari Tim IPRSKPN Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso dan Mahasiswa Prodi Profesi Ners UMY membekali warga dengan materi komprehensif mengenai spektrum dampak buruk narkoba.

Mulai dari kerusakan fisik, ketidakstabilan kesehatan mental, hingga dampak yang lebih luas yaitu tatanan sosial ekonomi keluarga dan masyarakat. Melalui forum diskusi dua arah ini, peran keluarga dan komunitas ditekankan sebagai benteng pertahanan paling kokoh dalam mencegah penyalahgunaan obat terlarang sejak dini.

Inklusivitas Layanan dan Antusiasme Warga

Kegiatan pelayanan yang berlangsung efektif dari pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini mendapatkan respons yang sangat positif dari warga setempat. Karakteristik pelayanan yang inklusif—tanpa batasan usia maupun jumlah kuota—menjadi daya tarik utama bagi warga sekitar Kalurahan Ngestiharjo, Bantul.

Warga cukup membawa KTP atau NIK untuk keperluan administrasi layanan kesehatan gratis tersebut. Sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat, Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso sebagai UPT Kementerian Sosial juga menyediakan makanan ringan bagi 100 pendatang pertama di lokasi.

Pentingnya Pendekatan Kolaboratif Dalam Pelayanan

Pendekatan terpadu yang melibatkan akademisi, instansi kesehatan, dan pemerintah lokal jauh lebih efektif dibandingkan sekadar sosialisasi satu arah. Dengan mengintegrasikan penyuluhan narkoba ke dalam program pemeriksaan kesehatan gratis, hambatan psikologis atau stigma masyarakat untuk datang ke lembaga rehabilitasi sosial dapat dikikis.

Masyarakat datang dengan tujuan menguji Kesehatan. Dan pulang membawa pengetahuan penting yang melindungi keluarga mereka. Harapan dari Peringatan HANI 2026 di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso ini adalah dengan membangun tubuh yang bugar dan wawasan yang benar, terwujudnya lingkungan yang aman, sehat, dan bersih dari jeratan NAPZA bukanlah hal yang mustahil.

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Silakan berbagi informasi dan pengetahuan melalui email atau kolom komentar. Semoga kita dapat membangun masyarakat yang lebih baik.

Masa depan bangsa ada di tangan mereka yang hari ini kita lindungi dan kita edukasi. Menjauhkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan NAPZA, kita tidak hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi kita sedang memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Ariefrd.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca