Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November selalu menjadi pengingat akan perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa heroik Pertempuran Surabaya tahun 1945 menjadi simbol keberanian rakyat melawan penjajah, sekaligus meneguhkan semangat nasionalisme yang terus hidup hingga kini.
Daftar 10 Pahlawan Nasional Terbaru
Pada peringatan Hari Pahlawan 2025, bangsa Indonesia mencatat sejarah baru dengan penetapan 10 tokoh sebagai Pahlawan Nasional. Prosesi penganugerahan dilakukan di Istana Negara oleh Presiden kedelapan RI. Penganugerahan disaksikan langsung oleh keluarga, para tokoh dan pejabat negara.

Berikut nama-nama tokoh yang resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025.
K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Tokoh Demokrasi, Pluralisme, dan Hak Minoritas. Sebagai Presiden ke-4 RI, Gus Dur dikenal atas kebijakan berani yang menghapus diskriminasi terhadap etnis Tionghoa (misalnya, mencabut larangan perayaan Imlek) dan memperjuangkan kebebasan beragama. Ia adalah simbol toleransi dan memperjuangkan demokratisasi, meletakkan fondasi yang lebih inklusif bagi Indonesia.
Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto
Peletak Stabilitas Politik dan Pembangunan Ekonomi Awal. Sebagai Presiden ke-2 RI, Soeharto mengakhiri periode turbulensi politik pasca-1965 dan memulai Orde Baru. Pemerintahannya fokus pada pembangunan ekonomi yang didorong oleh stabilitas politik dan program seperti Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Meskipun diakhir masa Pemerintahannya dikenal dengan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Marsinah
Simbol Perjuangan Hak Buruh dan Melawan Ketidakadilan. Sebagai buruh perempuan yang aktif menuntut hak-hak pekerja, terutama upah yang layak di masa Orde Baru, kematiannya menjadi salah satu kasus pelanggaran hak asasi manusia dan ketidakadilan terpenting. Kisahnya menjadi pengingat abadi tentang perjuangan melawan penindasan dalam dunia perburuhan.
Mochtar Kusumaatmadja
Arsitek Politik Luar Negeri dan Hukum Laut Indonesia. Sebagai Menteri Luar Negeri dan tokoh hukum, jasanya yang paling monumental adalah memperjuangkan konsep Wawasan Nusantara di forum internasional, yang diakui dalam Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS 1982). Hal tersebut secara hukum menjadikan laut antar-pulau Indonesia sebagai wilayah kedaulatan, sehingga melipatgandakan luas wilayah RI.
Hj. Rahma El Yunusiyyah
Pelopor Pendidikan Perempuan Berbasis Islam. Beliau mendirikan Diniyah Puteri Padang Panjang (1923), sebuah institusi pendidikan Islam modern khusus untuk perempuan. Perannya sangat penting dalam memajukan peran wanita melalui pendidikan formal yang memadukan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan umum, jauh sebelum isu kesetaraan gender menjadi arus utama.
Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo
Tokoh Kunci Penumpasan G30S/PKI. Sebagai Komandan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat), perannya sangat sentral dalam menumpas gerakan G30S/PKI. Setelah itu, ia juga memiliki peran dalam pembinaan generasi muda melalui pendidikan militer, menegaskan posisinya dalam sejarah militer Indonesia di masa transisi kekuasaan.
Sultan Muhammad Salahuddin
Pemimpin Perlawanan Daerah Melawan Kolonial Belanda. Sebagai Sultan Bima di Nusa Tenggara, ia memimpin perlawanan keras terhadap kolonialisme Belanda. Perannya mewakili kontribusi kerajaan-kerajaan daerah dalam mempertahankan kedaulatan dan menanamkan semangat patriotisme di wilayah-wilayah luar Jawa.
Syaikhona Muhammad Kholil
Guru Para Pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai ulama besar dari Bangkalan, Madura, beliau adalah guru spiritual dan keilmuan bagi tokoh-tokoh yang kemudian mendirikan organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, seperti Hasyim Asy’ari dan Wahab Hasbullah. Perannya sangat vital dalam penguatan tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di Nusantara.
Tuan Rondahaim Saragih
Pemimpin kerajaan (Raja) yang memegang kekuasaan tradisional di wilayah Simalungun. Perlawanannya terhadap Ekspansi Belanda terlihat dari bentuk penolakannya atas perjanjian yang dibuat Belanda untuk menguasai wilayah Simalungun. Ia juga memimpin perlawanan bersenjata dan menggunakan strategi perang gerilya di hutan-hutan dan pegunungan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat adat memiliki kekuatan dan kemauan kuat untuk berjuang mempertahankan kedaulatan mereka terhadap kolonialisme.
Zainal Abidin Syah
Sultan Tidore yang berkuasa pada masa krusial pendudukan Jepang dan Revolusi Fisik (1945–1949). Sikapnya dalam menjaga kesatuan wilayah NKRI tercermin dari upaya memobilisasi rakyat Tidore dan wilayah Maluku Utara untuk menolak pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) yang didirikan Belanda (NICA) dan memilih untuk bergabung dengan Republik Indonesia.
Makna dari Penetapan Pahlawan Nasional 2025
Perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya dilakukan oleh satu golongan atau dalam satu bidang saja. Melainkan hadir dalam berbagai bentuk dan lapisan masyarakat. Apa saja lapisan masyarakat yang bisa kita cermati?
Pemimpinan politik yang baik
Penetapan Pahlawan Nasional kepada Gus Dur dan Soeharto menunjukkan adanya penghargaan negara terhadap peran pemimpin negara yang mampu menjaga stabilitas, memperjuangkan demokrasi, dan membangun bangsa melalui kebijakan politik dimasanya.
Akar rumput
Marsinah menjadi penegas bahwa perjuangan juga lahir dari rakyat biasa. Marsinah yang merupakan seorang buruh, menjadi simbol keberanian memperjuangkan hak-hak pekerja dan keadilan sosial.
Dunia pendidikan dan agama
Rahma El Yunusiyyah dan Syaikhona Kholil menjadi Gambaran kontribusi tokoh agama dan pendidik dalam membentuk karakter bangsa. Memperkuat moral serta membuka akses pendidikan bagi perempuan dan masyarakat luas.
Militer dan diplomasi
Sarwo Edhie dan Mochtar Kusumaatmadja mewakili peran strategis militer dan diplomat dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara, sekaligus memperjuangkan posisi Indonesia di dunia internasional melalui diplomasi serta hukum internasional.
Kerajaan lokal dan adat
Sultan Salahuddin, Rondahaim Saragih, dan Zainal Abidin Syah mengingatkan bahwa perjuangan melawan penjajah tidak hanya terjadi di pusat kekuasaan. Tetapi juga di daerah-daerah melalui tokoh kerajaan lokal dan tokoh adat yang mempertahankan kedaulatan rakyatnya dalam menentang penjajahan dan kolonialisme terutama di tanah kelahirannya.
Pro dan Kontra Penetapan 10 Pahlawan Nasional 2025
Penetapan ini dianggap sebagai bentuk penghormatan negara terhadap tokoh-tokoh yang berjasa dalam berbagai bidang. Mulai dari politik, pendidikan, diplomasi, hingga perjuangan rakyat kecil. Kisah perjuangan mereka dapat menjadi inspirasi untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kerja keras.
Namun demikian, penetapan beberapa tokoh sangat mungkin menimbulkan perdebatan karena rekam jejak mereka dinilai kompleks, ada sisi positif sekaligus kontroversial. Setiap masyarakat berhak memberikan penilaian bahwa beberapa tokoh belum sepenuhnya layak disebut pahlawan karena masih ada perdebatan tentang peran dan dampaknya. Termasuk adanya sarat kepentingan politik atau pencitraan, bukan murni penghargaan atas jasa.
Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang ditengah Masyarakat, Penetapan ini adalah bentuk penghargaan negara atas jasa mereka. Mereka yang hadir dari berbagai latar belakang, seperti dari pemimpin, rakyat kecil, ulama, pendidik, diplomat, militer, hingga raja-raja lokal. Semua memiliki kontribusi unik dalam membentuk Indonesia. Bagaimana menurut kamu?