Napza Mengancam Siapa dan Dimana Saja !
Penting untuk menghadirkan Desa tangguh anti NAPZA! karena semakin marak penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) dan ini sangat berbahaya. Apabila digunakan tanpa pengawasan medis, karena dapat menimbulkan ketergantungan, merusak kesehatan fisik maupun mental, serta berdampak negatif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi seseorang.
Penyalahgunaan NAPZA menjadi salah satu permasalahan serius yang tidak hanya merugikan individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas. Ketika penyalahgunaan NAPZA meluas, masyarakat sebagai satu kesatuan akan turut merasakan dampaknya.
Seperti munculnya kriminalitas, melemahnya solidaritas sosial, serta stigma kolektif terhadap kelompok tertentu menjadi tantangan tersendiri. Lebih jauh lagi penyalahgunaan NAPZA dapat menghambat pembangunan dan kesejahteraan suatu bangsa.

Memandang besar dan mahalnya dampak yang dapat timbul, Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di Surakarta memandang perlu adanya program Rehabilitasi Sosial melalui pemberdayaan komunitas sebagai proses awal yang bertujuan untuk melindungi dan memulihkan potensi lokal, melalui kekuatan dari ikatan sosial dan potensi yang ada di desa.
Program Desa Tangguh NAPZA merupakan salah satu upaya strategis dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan Napza. Kalurahan Sindutan selain memiliki potensi kader desa yang aktif serta dukungan penuh dari pemerintah kalurahan, juga memiliki tantangan baru setelah menjadi Kawasan aeropilis semenjak mulai beroperasinya bandara Internasional baru di Yogyakarta.
Ancaman Narkotika di indonesia
Indonesia menghadapi ancaman serius dari penyalahgunaan narkotika. Data menunjukkan lebih dari 3,3 juta orang dari berbagai kalangan terjerat penyalahgunaan, dengan kerugian negara mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Kondisi geografis yang terbuka, jaringan internasional, hingga keterlibatan oknum aparat membuat narkotika semakin mudah masuk dan menyebar ke pelosok negeri.
Di tengah tantangan besar ini, perlu adanya gerakan berbasis Masyarakat dari tingkat desa untuk memerangi penyalahgunaan Napza dan memulihkan para korban penyalahgunaan Napza. Untuk itu penting adanya kapasitas kader di desa sebagai benteng pencegahan, deteksi dini, dan rehabilitasi sosial.
Pelaksanaan Program Desa Tangguh Anti Napza di Sindutan
Kegiatan Desa Tangguh Anti NAPZA di Kalurahan Sindutan, Temon, Kulon Progo pada tanggal 8–10 Desember 2025 merupakan pilot project yang dilaksanakan oleh Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Kementerian Sosial.
Selama tiga hari, masyarakat desa bersama aparatur, tokoh masyarakat, dan pemuda mengikuti rangkaian kegiatan. Kegiatan yang dilakukan antara lain edukasi bahaya narkotika dan zat adiktif, pelatihan kader desa untuk deteksi dini dan pendampingan bagi korban penyalahgunaan Napza, simulasi alur rehabilitasi sosial dan medis, dan diskusi langsung dengan BNN
Mengapa Desa Menjadi Benteng Pencegahan NAPZA?
Selama ini banyak orang beranggapan bahwa masalah NAPZA hanya terjadi di kota besar. Faktanya, ancaman ini kini juga merambah hingga ke desa-desa. Justru di titik inilah desa memiliki peran yang sangat penting. Dengan ikatan sosial yang kuat, rasa kebersamaan yang masih terjaga, serta budaya gotong royong yang melekat, desa memiliki keunggulan sebagai benteng pencegahan yang kokoh.
Melalui keterlibatan aktif warga, desa dapat membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas narkoba. Setiap keluarga, pemuda, dan tokoh masyarakat bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan zat adiktif.
Tujuan utama dari Program Desa Tangguh Anti NAPZA antara lain:
- Mencegah peredaran dan penyalahgunaan NAPZA dengan memperkuat kontrol sosial dan pengawasan lingkungan.
- Meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi, kampanye, dan kegiatan kreatif yang menyentuh langsung masyarakat.
- Membangun ketahanan sosial lewat partisipasi aktif warga, sehingga tercipta komunitas yang saling peduli dan mendukung pemulihan bagi mereka yang pernah terjerat.
Dengan semangat kebersamaan, desa bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga benteng pertahanan sosial yang mampu melindungi warganya dari ancaman narkotika. Dari desa, kita bisa memulai langkah besar menuju Indonesia yang sehat, produktif, dan bebas NAPZA.
Tiga Pilar Program Desa Tangguh Anti NAPZA
Agar berjalan efektif, Program Desa Tangguh Anti NAPZA perlu dilaksanakan melalui tiga pilar utama yang saling terintegrasi. Ketiga pilar ini mencakup langkah pencegahan sejak dini hingga pemulihan berkelanjutan bagi mereka yang sudah terjerat penyalahgunaan.
1. Pencegahan Primer
Pilar pertama berfokus pada pencegahan awal sebelum seseorang mengenal atau mencoba NAPZA. Caranya adalah dengan memberikan edukasi tentang bahaya narkoba di sekolah, keluarga, dan lingkungan desa.
Selain itu, penyediaan kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan kewirausahaan lokal menjadi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan energi secara sehat. Kebijakan lingkungan bebas narkoba serta keterlibatan aktif komunitas juga menjadi kunci agar desa mampu menciptakan atmosfer yang aman dan mendukung tumbuhnya generasi produktif.
2. Pencegahan Sekunder
Pilar kedua menekankan pada deteksi dini bagi individu yang berisiko atau sudah mulai mencoba NAPZA. Upaya ini dilakukan melalui observasi perilaku, skrining rutin, dan konseling. Jika ditemukan tanda-tanda penyalahgunaan, intervensi cepat di sekolah maupun desa harus segera dilakukan untuk mencegah eskalasi penggunaan.
Dengan adanya konseling dan rujukan ke layanan rawat jalan, desa dapat menjadi garda terdepan dalam menghentikan penyalahgunaan sebelum berkembang menjadi ketergantungan.
3. Pencegahan Tersier
Pilar terakhir adalah rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi mereka yang sudah mengalami ketergantungan. Langkah ini mencakup rehabilitasi medis untuk menstabilkan kesehatan, rehabilitasi psikososial melalui terapi perilaku dan konseling, serta reintegrasi sosial lewat pelatihan kerja dan dukungan usaha.
Monitoring pascarehabilitasi oleh keluarga dan komunitas juga penting agar pemulihan berlangsung berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas hidup, mencegah kekambuhan, dan membantu mantan penyalahguna kembali berfungsi secara produktif di masyarakat.
Dengan tiga pilar yang terintegrasi ini, Desa Tangguh Anti NAPZA tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga memastikan adanya dukungan penuh bagi pemulihan. Desa menjadi benteng sosial yang melindungi warganya dari ancaman narkotika sekaligus memberikan harapan baru bagi mereka yang ingin memperbaiki diri.
Peran Keluarga, Pemuda, dan Tokoh Masyarakat dalam Desa Tangguh Anti NAPZA
Dalam upaya membangun Desa Tangguh Anti NAPZA, peran keluarga, pemuda, dan tokoh masyarakat menjadi sangat penting. Ketiganya merupakan pilar utama yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Keluarga adalah benteng pertama yang melindungi anak dari ancaman NAPZA. Dengan menanamkan nilai moral sejak dini, membangun komunikasi yang terbuka, serta memberikan teladan hidup sehat, keluarga mampu menciptakan fondasi kuat agar anak merasa aman dan terlindungi.
Kehangatan dan kedekatan dalam keluarga menjadi dasar pencegahan yang paling efektif.
Pemuda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak kampanye anti-NAPZA. Melalui komunitas kreatif, kegiatan seni, olahraga, teknologi, maupun kewirausahaan, mereka dapat menyalurkan energi positif sekaligus menjadi peer educator bagi teman sebaya.
Keterlibatan aktif pemuda dalam kegiatan desa menjadikan mereka agen perubahan yang mampu menginspirasi generasi lain untuk hidup sehat dan produktif.
Tokoh masyarakat merupakan panutan moral dalam kehidupan sosial. Kehadiran tokoh agama, adat, maupun tokoh lokal dapat menggerakkan warga melalui ceramah, pengajian, diskusi, atau forum desa. Selain itu, tokoh masyarakat juga berperan sebagai mediator yang menjembatani komunikasi antara warga, aparat desa, dan lembaga pemerintah.
Dengan kepemimpinan yang bijak, tokoh masyarakat mampu membangun solidaritas sosial sehingga masyarakat saling peduli dan tidak membiarkan anggota yang terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA.
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KAMU YANG TELAH MEMBACA TULISAN INI SAMPAI SINI.
Kami sangat senang bisa menyempatkan waktu di tengah kesibukan yang padat untuk membuat konten seperti ini. Jika kamu ingin menyampaikan masukan atau berbagi tulisan atas pengetahuan, pengalaman, serta informasi positif lainnya di website ariefrd.id, kamu bisa mengirimkan melalui email dibawah.
Dengan berbagi informasi, kita bisa saling belajar dan membantu lebih banyak orang untuk memahami berbagai hal. Semoga kita dapat bersama-sama membantu dalam membangun masyarakat yang lebih baik, dengan berbagi tulisan. Karena berbagi berarti berkehidupan!
Dan semoga Desa Tangguh Anti NAPZA bukan sekadar slogan, melainkan gerakan sosial yang terus menghidupkan kekuatan komunitas. Dengan dukungan keluarga, pemuda, tokoh masyarakat, dan sinergi lintas sektor, desa dapat menjadi benteng kokoh melawan ancaman penyalahgunaan Napza.