Saya dan Mutasi : Aktivitas Awal Tahun Baru 2021

Saya

Saya Mudik Awal Tahun 2021

Mulai Tahun 2021, saya mutasi atau pindah tugas. Kedepan saya akan lebih banyak beraktivitas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah sebelumnya lebih banyak beraktivitas di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Hal ini karena usulan saya mengajukan pindah tugas telah mendapatkan persetujuan.

Saya
Lepas mengikuti senam jum’at

Tanggal 30 Desember rencananya mau cari tiket untuk balik ke Gunungkidul. Rencana sih akan menggunakan moda transportasi darat dengan armada bis malam saat tanggal 31 Desember 2020. Biar sekalian dapat ‘view’ malam tahun baru dalam perjalanan. Tapi mengingat malam tahun baru, asumsinya akan sangat ramai dan padat, selain itu juga akan sulit tiket dan akan jadi perjalanan yang panjang. Jadi aja urung melakukan pencarian tiket.

Baca Juga : Saya Arief Romadhoni

Mencari Tiket

Akhirnya saya memaksakan diri mencari tiket tanggal 31 Desember 2020. Berharap akan mendapat perjalanan pagi yang lancar. Sambil berharap orang-orang masih terlelap menikmati pagi hari di Tahun yang baru (2021). Sip, sore hari saya dapat tiketnya! Sambil bertanya kepada agen penjual, apakah ramai keberangkatan siang tadi ? ternyata tidak !, hanya yang pagi saja yang ramai. Waduh salah jadwal. Hmmph…, ya sudahlah yang penting dapat tiket buat esok pagi.

Dan esok paginya berangkat menuju Yogyakarta dari Bekasi pukul tujuh pagi. Benar prakiraan cuaca, suasana jalan lengang. Tiba di Gunungkidul, D.I. Yogyakarta sekitar pukul lima sore.

Sekilas Jelang Aktivitas ‘Transfer’ Musim Dingin

Tanggal 22 Desember 2020 masuk sebuah pesan whatsapp, “mas tanggal 28 Desember masuk ya.”, saya jawab singkat “baik bu”, saya berpikir akan ada pertemuan rapat persiapan penyusunan laporan jelang berakhirnya tahun. Dah singkat saja ceritanya ya, karena saat itu saya sedang bertugas di Kabupaten Majalengka.

Berikutnya, mulai tanggal 25 desember 2020, beberapa ibu-ibu memberikan ucapan selamat melalui pesan whatsapp. Mereka menyampaikan selamat sehingga dapat berkumpul dengan keluarga. Intinya mereka menyampaikan ‘kabar miring’ dan menanyakan tentang telah disetujuinya SK perihal usulan pindah tugas saya. Dan saya hanya dapat membalas dengan mengetik ucapan “alhamdulillah”, “aamiin”, sambil belum tahu apa kah benar atau hanya sekedar informasi menyamping saja. Karena yang jadi masalah adalah gosip yang beredar lebih menyenangkan dari kenyataan yang terjadi. Bisa dibayangkan kan ? kalau itu yang terjadi.

Tanggal 27 Desember 2020 saya balik ke Jakarta (tepatnya Bekasi) dari Gunungkidul. Sesampainya di kantor, mendapati kabar berita bahwa mulai berkembang atau adanya mutasi virus Covid-19 dengan varian baru di Yogyakarta. Haduh, tambah ruwet aja ini Covid-19.

Mutasi dan/atau Rotasi

Pada tanggal 28 desember 2020, bagian kepegawaian memanggil saya dan lebih dari dua puluh pegawai untuk berkumpul. Pada kesempatan itu pimpinan menyampaikan bahwa proses perpindahan pegawai atau mutasi merupakan sesuatu yang biasa. Termasuk pegawai yang mengalami mutasi dari satu jabatan ke jabatan lain atau dari satu unit kerja ke unit kerja lainnya. Bukan hanya proses promosi jabatan saja semestinya proses mutasi yang ada. Jreng, tibalah saat dipanggil dan menerima SK mutasi. Alhamdulillah, akhirnya per januari 2021 akan melaksanakan tugas sebagaimana usulan penempatan, go-Jakarta, eh Jogjakarta atau Yogyakarta !

Saya Dua Kali Pindah ke Yogyakarta

Pindah tugas ke D.I. Yogyakarta saat ini, merupakan kali kedua bagi saya. Pertama pada tahun 2012 sekitar bulan agustus. Waktu itu saya masih berstatus sebagai tenaga kontrak. Alasan pengajuan pindah saat itu karena ingin nyambi melanjutkan pendidikan di kampus bulak sumur. Setelah sebelumnya menerima penugasan di wilayah Jawa Barat, tepatnya di sekitaran kota Bandung.

Sekarang setelah menjadi pegawai, saya mengajukan pindah tugas dengan alasan keluarga. Saya mulai ‘giat’ mencari informasi lagi untuk mengajukan pindah tugas sekitar bulan Juni 2020. Karena saat mulai menjadi calon pegawai, saya telah menandatangani perjanjian dengan instansi, terkait tidak boleh mengajukan pindah tugas sebelum melewati 5 (lima) tahun masa kerja.

Baca Juga : Kerja Citra : Tuntutan Di Era Keterbukaan Informasi

Informasi dan Konfirmasi

Saya mencari informasi dan konfirmasi ke bagian pegawai perihal perpindahan tugas. Ternyata ada kebijakan internal bahwa kepegawaian untuk alih tugas keluar instansi baru akan mempertimbangkan jika pegawai sudah memasuki masa sepuluh tahun kerja. Namun untuk alih unit, berdasarkan usulan pribadi akan mempertimbagkan bagi pegawai yang sudah masuk lima tahun masa kerja. Nah, alih unit yang saya gunakan pada kesempatan kali ini.

Adaptasi Kebiasaan Baru

Tidak ada yang mudah dalam proses adaptasi dengan kehidupan baru. Hahaha kayak macam covid-19 ini, kudu mesti pakai masker saat kemana-mana. Akhirnya per tanggal 4 Januari 2021, saya pun melaporkan diri ke ‘pihak berwenang’ perihal saya akan mulai beraktivitas di unit kerja yang baru ini.

Demikian

Apakah ada komentar

%d blogger menyukai ini: