ProKUS dan Kunjungan 2 Menteri ke Penerima Manfaat

Kunjungan kerja Mensos di lokasi ProKUS

Pada hari Selasa, tanggal 24 November 2020 Menteri Sosial melakukan kunjungan kerja bersama dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ke penerima manfaat Program Kewirausahaan Sosial (ProKUS) yang berada di 2 (dua) Kecamatan Kabupaten Bandung Barat, yakni di Kecamatan Sindangkerta dan di Kecamatan Cililin.

Sambutan pada sela-sela kunjungan di lokasi pertama, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah siap membina para pelaku usaha kecil dan menengah, untuk mengembangkan usaha yang mereka lakukan.

Sementara Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyampaikan “pak Menkop nggak perlu jauh-jauh sebenarnya, tinggal kekantor kita saja (Kementerian Sosial) dari kuningan ke salemba stok banyak, untuk mencari calon-calon yang awalnya penerima manfaat bantuan sosial, yang punya rintisan-rintisan usaha tinggal di asses”.

Baca Juga : ProKUS dan Penguatan Program Tahun 2020

Lokasi kunjungan kerja bersama Menteri Sosial dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah terkait Pemberdayaan melalui Program ini yang pertama adalah ibu Yani (pelaku Usaha Comring Raja Rasa) di Kecamatan Sindangkerta dan yang kedua adalah ibu Waliah (pelaku usaha Teh Tarik) di Kecamatan Cililin.

ProKUS di Kabupaten Bandung Barat

Pelaku usaha yang menjadi penerima manfaatnya adalah KPM PKH yang telah graduasi. Pemilihan lokasi di Kabupaten Bandung Barat karena di sana mereka sudah mempunyai rintisan usaha yg relatif berdekatan. Jumlah penerima manfaat di tahun 2020 di Kabupaten Bandung Barat sebanyak 285 Keluarga.

Baca Juga : ProKUS dan Penguatan bagi Pelaksana di Dua Lokasi

Kementerian Sosial melalui ProKUS memberikan intervensi kepada penerima manfaat dengan istilah ‘triple power’. Power pertama adalah melalui pemberian bantuan sosial insentif modal usaha (BSIMu) sebesar Rp 3,5 juta. Kedua, dengan melakukan inkubasi atau mentoring bisnis kepada para penerima manfaat. Dan ketiga, pendampingan sosial oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Untuk pelaksanaan kegiatan pada tahun 2020, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Inkubator Bisnis Oorange Universitas Padjadjaran (Oorange Unpad). Oorange Unpad dalam melakukan inkubasi bisnis kepada penerima manfaat melakukan pelatihan atau workshop melalui media daring. Selain itu para mentor yang berasal dari pelaku usaha mendampingi penerima manfaat dalam melakukan usahanya. Adapun jumlah mentor usaha di Kabupaten Bandung Barat sebanyak 19 mentor.

Berkembangnya usaha penerima manfaat karena adanya pedampingan usaha. Hal tersebut terlihat dari adanya packaging atau pengemasan yang lebih baik. Para mentor juga sudah menghubungan penerima manfaat ProKUS dengan dinas koperasi setempat, sehingga memiliki nomor induk berusaha (NIB) dan dapat mengakses lembaga-lembaga pembiayaan yang ada.

2 thoughts on “ProKUS dan Kunjungan 2 Menteri ke Penerima Manfaat

Apakah ada komentar

%d blogger menyukai ini: