5 Bentuk Pelecehan Seksual dan Dampaknya

pelecehan seksual
@freepik.com

Pelecehan seksual, hati-hati mungkin secara tidak sadar anda telah melakukannya didalam pergaulan sehari-hari.

Perubahan-perubahan terjadi diberbagai aspek kehidupan. Selain teknologi dan informasi, penggunaan bahasa dan gesture dalam pergaulan pun tidak luput dari perubahan tersebut.

Pergeseran hal-hal positif dan negatif menjadi semakin tipis dan kabur, termasuk dalam hal interaksi dan pergaulan saat ini.

Menjadi gaul merupakan hal positif. Namun perlu diperhatikan juga etika dan norma-norma yang ada. Kehati-hatian dan kewaspadaan harus tetap dijaga, karena terkadang kita lupa dan cenderung kelewat batas.

Salah satu yang perlu diwaspadai dalam interaksi dan pergaulan saat ini yaitu terkait masalah pelecehan seksual.

Apa itu Pelecehan Seksual ?

Pelecehan seksual adalah semua perilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak oleh seseorang atau lebih dan tidak dikehendaki oleh korbannya.

Bentuknya dapat berupa ucapan, tulisan, simbol, isyarat dan tindakan yang berkonotasi seksual.

Aktifitas yang berkonotasi seksual bisa dianggap pelecehan seksual jika mengandung unsur-unsur berikut, yaitu adanya pemaksaan kehendak secara sepihak oleh pelaku, kejadian ditentukan oleh motivasi pelaku, kejadian tidak diinginkan korban, dan mengakibatkan penderitaan pada korban.

Definisi Pelecehan Seksual

Menurut Collier (1998) pengertian pelecehan seksual disini merupakan segala bentuk perilaku bersifat seksual yang tidak diinginkan oleh yang mendapat perlakuan tersebut, dan pelecehan seksual yang dapat terjadi atau dialami oleh semua perempuan.

Sedangkan menurut Rubenstein (dalam Collier,1998) pelecehan seksual sebagai sifat perilaku seksual yang tidak diinginkan atau tindakan yang didasarkan pada seks yang menyinggung penerima.

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pelecehan seksual adalah segala bentuk perilaku yang mengganggu orang lain yang melanggar peraturan perundang-undangan berupa tindakan yang dilakukan seseorang kepada orang lain dalam konteks seksual yang dilakukan secara sepihak atau tidak dikehendaki oleh korbannya.

Beberapa bentuk dan perilaku pelecehan seksual

Secara umum, pelecehan seksual ada 5 bentuk, yaitu :

1) Pelecehan lisan

yaitu : Ucapan verbal/komentar yang tidak diinginkan tentang kehidupan pribadi atau bagian tubuh atau penampilan seseorang, termasuk lelucon dan komentar bermuatan seksual.

2) Pelecehan non-verbal/isyarat

yaitu : Bahasa tubuh dan atau gerakan tubuh bernada seksual, kerlingan yang dilakukan berulang-ulang, menatap tubuh penuh nafsu, isyarat dengan jari tangan, menjilat bibir, atau lainnya.

3) Pelecehan visual

yaitu : Memperlihatkan materi pornografi berupa foto, poster, gambar kartun, screensaver atau lainnya, atau pelecehan melalui e-mail, SMS dan media lainnya.

4) Pelecehan psikologis/emosional

yaitu : Permintaan-permintaan dan ajakan-ajakan yang terus menerus dan tidak diinginkan, ajakan kencan yang tidak diharapkan, penghinaan atau celaan yang bersifat seksual.

5) Pelecehan fisik

yaitu : Sentuhan yang tidak diinginkan mengarah keperbuatan seksual seperti mencium, menepuk, memeluk, mencubit, mengelus, memijat tengkuk, menempelkan tubuh atau sentuhan fisik lainnya.

Dampak Psikologis Bagi Korban

Pelecehan dalam bentuk apapun akan menimbulkan dampak bagi korbannya. Beberapa dampak dari pelecehan seksual diantaranya dampak psikologis, selain dampak fisik dan dampak hubungan sosial.

Dalam perspektif psikologis pelecehan seksual dapat mempengaruhi kesehatan psikologis secara permanen dan dapat menyebabkan rusaknya emosi korban.

Kerusakan-kerusakan tersebut dapat terwujud dalam masalah-masalah seperti mimpi buruk berulang-ulang, kecemasan, rasa takut, depresi hingga penarikan diri dari lingkungan.

kecemasan sosial
ilustrasi doc. by pixabay

Pada beberapa kasus ekstrem, pelecehan seksual dapat menimbulkan depresi berkepanjangan hingga menyebabkan korbannya melakukan tindakan bunuh diri.

Pada beberapa kasus lainnya, korban pelecehan, secara psikologi jiwanya akan diliputi rasa dendam, marah, dan penuh kebencian yang tadinya hanya ditujukan kepada orang yang melakukannya dan kemudian menyebar kepada objek-objek atau orang-orang lain.

Disamping juga dapat menyebabkan trauma yang mendalam bagi korbannya.

Baca juga :

Beberapa dampak psikologis korban

Ketika bahaya fisik mengancam otoritas tubuh, kemampuan melarikan diri adalah naluri yang tidak dapat dikendalikan sebagai bentuk pertahanan diri. Kondisi ini menyebabkan tubuh mencurahkan banyak energi untuk mengeluarkan reaksi perlawanan.

Sirkuit pendek ini memantul dalam tubuh dan pikiran seseorang yang dapat menyebabkan Depresi, Rape Trauma Syndrom (RTS), disosiasi, gangguan makan dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Penjelasan sederhana dari beberapa dampak psikologis terhadap seseorang yang menjadi korban pelecehan seksual:

1. Depresi

adalah gangguan mood yang terjadi ketika perasaan yang diasosiasikan dengan kesedihan dan keputusasaan yang berkelanjutan untuk jangka waktu yang lama.

2. Rape Trauma Syndrom (RTS)

adalah suatu kondisi yang menyebabkan korban mengalami ketakutan yang berlebihan, syok dan cenderung menjadi kedinginan, pingsan, disorientasi, gemetar, mual dan muntah.

3. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

merupakan suatu sindrom kecemasan, labilitas autonomik, ketidakrentanan emosional dan kilas balik dari pengalaman yang amat pedih itu setelah stress fisik maupun emosi melampaui batas ketahanan orang biasa. PTSD merupakan sebuah kondisi yang muncul setelah pengalaman luar biasa yang mencekam, mengerikan dan mengancam jiwa seseorang, misalnya peristiwa bencana alam, kecelakaan hebat, sexual abuse, atau perang.

4. Disosiasi

adalah reaksi yang terjadi akibat trauma kronis yang diderita oleh korban di masa lalu yang menyebabkan ia menjadi sering melamun.

5. Gangguan makan

seseorang yang menjadi korban akan terganggu kondisi psikisnya sehingga mempengaruhi pola makannya.

Selain hal-hal diatas, masih banyak sekali pengaruh buruk yang ditimbulkan dari pelecehan seksual.

Lihat Juga :

Kebutuhan Layanan yang Memadai

Sulit bagi korban pelecehan seksual terbuka atas apa yang mereka alami. Pada umumnya mereka takut untuk mengatakannya pada orang tua, kerabat, penegak hukum atau lainnya karena adanya ancaman dari pelaku, dipersalahkan, atau malah dimanfaatkan oleh oknum yang salah.

pekerja sosial sebagai profesional
ilustrasi doc. by pixabay

Maka itu untuk membantu meminimalisasi dampak psikis dan fisik buruk terhadap korban pelecehan seksual, maka perlu ada pendampingan khusus yang cepat, tanggap, serta peka terhadap kondisi yang dialami korban.

Apakah ada komentar