Kepercayaan Diri

Konsep Kepercayaan Diri

Menurut Rogers

Konsep kepribadian yang paling penting adalah diri (self). Diri berisi persepsi-persepsi tentang sifat-sifat dari ‘diri sebagai subjek’ atau ‘diri sebagai objek’ dan persepsi-persepsi tentang hubungan hubungan antara ‘diri sebagai subjek’ atau ‘diri sebagai objek’ dengan orang-orang lain dan dengan berbagai aspek kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada persepsi-persepsi ini.

Hal ini menunjukkan bahwa untuk dapat berinteraksi sosial dengan baik diperlukan pemahaman tentang diri sendiri dan keyakinan akan kemampuan diri sendiri.

Hakim (2002)

Rasa percaya diri bisa dikatakan sebagai suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mononpol borbagai tujuan di dalam hidupnya.

Pernyataan diatas menunjukkan bahwa Individu yang yakin akan kemampuan dirinya merupakan indikasi dari rasa percaya diri seseorang.

Balke (2002)

Kepercayaan diri merupakan kemauan seseorang untuk melakukan sesuatu yang paling menakutkan bagi dirinya dan meyakini bahwa dirinya bahwa kopercayaan diri dapat dikaitkan dengan mampu mengelola apapun yang timbul.

Artinya kemampuan atau keberanian dalam mengambil resiko, keputusan, maupun tantangan yang bukan hanya membawa resiko fisik melainkan juga resiko psikologis karena timbul perasaan yang pasti tentang dirinya.

Kuntari

kepercayaan diri dapat diartikan sebagai suatu perasaan pasti dan mantap di hati tentang keadaan diri maupun lingkungan sekitarnya.

Angelis (1997)

kepercayaan diri adalah perasaan yakin dan mampu pada diri sendiri. Hal ini dapat diartikan bahwa percaya diri terbina dari keyakinan diri sendiri.

Kepercayaan diri itu lahir dari kesadaran akan kemampuan yang dimiliki individu.

Mappiare (1995)

Kepercayaan diri dihasilkan oleh keyakinan bahwa individu mampu untuk menentukan diri, memandang individu untuk bertanggung jawab terhadap perkembangan hidup.

Artinya bahwa rasa percaya diri berasal dari dalam diri individu yang memiliki konsep diri yang baik sehingga seorang individu mampu mengelola kemampuan yang dimilikinya dengan baik dan menimbulkan rasa tanggung jawab terhadap hidup individu tersebut.

Andayani dan Afiatin (1996)

Individu yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan dapat mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya dengan yakin dan mantap.

Kepercayaan Diri
Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Karakteristik Kepercayaan Diri

Pemahaman tentang hakekat percaya diri akan lebih jelas jika seseorang melihat secara langsung berbagai peristiwa yang dialami oleh dirinya sendiri atau orang lain.

Berdasarkan berbagai peristiwa atau pengalaman, bisa dilihat gejala-gejala tingkah laku seseorang yang menggambarkan adanya rasa percaya diri atau tidak.

Berikut akan dikemukakan beberapa pendapat mengenai ciri-ciri (karakteristik) kepercayaan diri atau individu yang memiliki kepercayaan diri yang baik.

Selain itu sebagai perbandingan juga akan dikemukakan pendapat mengenai ciri-ciri individu yang kurang memiliki kepercayaan diri.

Berdasarkan pengamatan mendalam, kita akan melihat adanya ciri-ciri tertentu dari orang-orang yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dan yang rendah.

baca juga :

Kecemasan Sosial Pada Individu : Ciri dan Karakteristiknya

Kepercayaan Diri Tinggi

Seseorang yang memiliki tingkat percaya diri yang tinggi biasanya akan memiliki ciri-ciri seperti berikut :

  1. Selalu bersikap tenang dalam setiap situasi;
  2. Mempunyai potensi dan kemampuan yang mumpuni;
  3. Mampu menetralisasi tekanan yang muncul pada kondisi-kondisi tertentu;
  4. Mampu beradaptasi dan berkomunikasi di berbagai situasi;
  5. Memiliki kecakapan mental dan fisik yang menunjang penampilannya;
  6. Memiliki kecerdasan yang memadai;
  7. Memiliki tingkat pendidikan formal sesuai;
  8. Memiliki keahlian atau keterampilan tambahan yang menunjang kehidupannya;
  9. Memiliki kemampuan yang baik dalam bersosialisasi;
  10. Memiliki latar belakang pendidikan keluarga yang memadai;
  11. Memiliki pengalaman hidup yang menguatkan mentalnya dan tahan dalam menghadapi berbagai cobaan hidup; dan
  12. Selalu bereaksi positif dalam menghadapi situasi sulit.

Mereka yang memiliki rasa percaya diri biasanya dapat hidup dengan tetap tegar, sabar, dan tabah dalam menghadapi persoalan hidup.

Sehingga mampu melewati berbagai masalah hidup dan cenderung semakin memperkuat rasa percaya dirinya.

Kepercayaan Diri Kurang

Seseorang yang memiliki tingkat percaya diri yang kurang biasanya akan memiliki ciri-ciri seperti berikut :

  1. Mudah cemas dalam situasi dengan tingkat kesulitan tertentu;
  2. Cenderung memiliki kelemahan atau kekurangan dari segi mental, fisik, sosial, atau ekonomi;
  3. Sulit tenang akibat timbulnya ketegangan di dalam suatu situasi;
  4. Sering gugup dan kadang berbicara gagap;
  5. Memiliki latar belakang pendidikan keluarga yang kurang cukup
  6. Memiliki perkembangan yang tidak stabil sejak masa kecil.
  7. Cenderung tidak memiliki kelebihan pada bidang tertentu dan tidak tahu bagaimana mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya
  8. Lebih sering menyendiri dan terpisah dari kelompok yang dianggapnya lebih atas dirinya
  9. Cenderung mudah putus asa
  10. Cenderung memiliki ketergantungan pada orang lain dalam mengatasi masalah yang dihadapinya
  11. Pernah mengalami trauma
  12. Cenderung sering bereaksi negatif dalam menghadapi masalah

Mereka yang kurang memiliki rasa percaya diri biasanya akan hidup dengan menghindar dari tanggung jawab atau bahkan mengisolasi diri. Sehingga makin memperburuk rasa percaya dirinya.

Individu yang percaya diri dapat diindikasi memiliki perasaan yang adekuat terhadap tindakan yang dilakukan.

Memiliki ketenangan sikap, dapat berkomunikasi dengan baik, kemampuan untuk bersosialisasi, merasa optimis, dapat mengendalikan perasaannya, percaya akan kompetensi/kemampuan diri, dan memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak tergantung/mengharapkan bantuan orang lain).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan Diri

Berbagai uraian di atas menunjukkan bahwa kepercayaan diri pada seseorang tidak muncul begitu saja. Ada proses-proses tertentu di dalam dirinya sehingga membentuk tingkat kepercayaan dirinya.

Secara garis besar, menurut Hakim (2002) terbentuknya kepercayaan diri yang kuat terjadi melalui proses sebagai berikut:

  1. Terbentuknya kepribadian yang baik sesuai dengan proses perkembangan yang melahirkan kelebihan-kelebihan tertentu;
  2. Pemahaman seseorang terhadap kelebihankelebihan yang dimilikinya dan melahirkan keyakinan kuat untuk bisa berbuat segala sesuatu dengan memanfaatkan kelebihankelebihannya;
  3. Pemahaman dan reaksi positif seseorang terhadap kelemahan-kelemahan yang dimilikinya agar tidak menimbulkan rasa sulit menyesuaikan diri;
  4. Pengalaman di dalam menjalani berbagai aspek kehidupan dengan menggunakan segala kelebihan yang ada pada dirinya.

Sumber : Toglaratua Nainggolan, Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Kecemasan Sosial pada Pengguna Napza. Sosiokonsepsia Vol. 16 No. 02 Tahun 2011.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *