Keluarga Adalah Tempat 2 Pembibitan : Karakter dan Peradaban

Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Keluarga adalah wajah peradaban

Dalam suatu kehidupan bermasyarakat keluarga adalah wajah peradabannya, karena dapat menjadi gambaran kondisi suatu tatanannya. Ikatan keluarga merupakan ikatan yang sangat kuat. Anggota keluarga alaminya merupakan orang-orang yang terikat dalam suatu takdir Tuhan.

keluarga adalah kasih sayang
ilustrasi : ikatan emosional diantara anggota keluarga

Bagaimana dapat seseorang dapat memilih siapa orang tuanya, atau bahkan dengan siapa seseorang memiliki keturunan. Pernikahan yang menjadi awal sebuah keluarga pada umumnya direalisasikan dalam perhelatan yang agung nan meriah.

Semuanya sudah ada pertimbangan menurut ukuran-Nya. Komposisinya tidak bisa digantikan oleh yang lain. Namun sayang, masih banyak manusia yang tidak memahami arti sebuah keluarga.

Padahal arti sebuah keluarga adalah saling memiliki, saling percaya, saling menghormati, saling melindungi dan saling berbagi rasa, saling menjaga kehormatan serta saling menjaga rahasia diantara anggota keluarga.

Peran Keluarga Membentuk Budaya

Keluarga adalah bagian penting dari suatu masyarakat, bangsa dan bahkan negara. Sesungguhnya keluarga berperan penting dalam membentuk budaya dan perilaku sehat. Dari keluargalah pendidikan kepada individu dimulai, tatanan masyarakat yang baik diciptakan, budaya dan perilaku sehat dapat lebih dini ditanamkan.

Keluarga juga mempunyai posisi yang strategis untuk dijadikan sebagai unit pelayanan kesehatan pertama. Hal ini dapat dipahami mengingat masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan dan saling mempengaruhi antar anggota keluarga. Dan pada akhirnya akan mempengaruhi masyarakat yang ada disekitarnya.

Pandangan Mengenai Keluarga

Banyak ahli menguraikan pengertian keluarga sesuai dengan perkembangan sosial masyarakat. Berikut ini definisi keluarga menurut beberapa ahli dalam Jhonson R. (2010) :

Raisner

Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dan dua orang atau lebih masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak, ibu, kakak, kakek dan nenek.

Duval

Menguraikan bahwa keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional serta sosial dari setiap anggota keluarga.

Spradley and Allender

menyatakan bahwa keluarga adalah satu atau lebih yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan emosional dan mengembangkan dalam interelasi sosial, peran dan tugas.

Departemen Kesehatan RI

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa keluarga memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi.
  2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain.
  3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial yaitu suami, istri, anak, kakak dan adik.
  4. Mempunyai tujuan yaitu menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.

Tipe atau Bentuk Keluarga

Secara umum pembagian tipe keluarga dapat menjadi dua kelompok yaitu :

Secara Tradisional

  1. Keluarga Inti (Nuclear Family), adalah keluarga yang  hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak yang diperoleh dari keturunannya atau adopsi atau keduanya.
  2. Keluarga Besar (Extended Family), adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah, seperti kakek, nenek, paman, dan bibi

Secara Modern

  1. Tradisional Nuclear, adalah keluarga inti (Ayah, Ibu dan Anak) yang tinggal dalam satu rumah yang ditetapkan oleh sanksi-sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan, dimana salah satu atau keduanya dapat bekerja di luar rumah.
  2. Niddle Age/Aging Couple, adalah suatu keluarga dimana suami sebagai pencari uang dan istri di rmah atau kedua-duanya bekerja di rumah, sedangkan anak-anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah/menikah/meniti karier.
  3. Dyadic Nuclear, adalah keluarga dimana suami-istri sudah berumur dan tidak mempunyai anak yang keduanya atau salah satunya bekerja di luar umah.
  4. Single Parent, adalah keluarga yang hanya mempunyai satu orang tua sebagai akibat perceraian atau kematian pasangannya dan anak- anaknya dapat tinggal di rumah atau di luar rumah.
  5. Dual Carrier, adalah keluarga dengan suami–istri yang kedua- duanya orang karier dan tanpa memiliki anak.
  6. Three Generation, adalah keluarga yang terdiri atas tiga generasi atau lebih yang tinggal dalam satu rumah.
  7. Comunal, adalah keluarga yang dalam satu rumah terdiri dari dua pasangan suami-istri atau lebih yang monogami berikut anak- anaknya dan bersama-sama dalam penyediaan fasilitas.
  8. Composite/Keluarga Berkomposisi, adalah sebuah keluarga dengan perkawinan poligami dan hidup/tinggal secara bersama-sama dalam satu rumah.

Struktur Keluarga

Ada beberpa macam struktur keluarga diantaranya adalah :

  1. Patrilineal, adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
  2. Matrilineal, adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
  3. Matrilokal, adalah sepasang suami-istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
  4. Patrilokal, adalah sepasang suami-istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
  5. Keluarga Kawin, adalah hubungan suami-istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

Perbedaan Keluarga dan Rumah Tangga

Konsep keluarga dan rumah tangga tidaklah sama. Namun pengertian keduanya saling mengisi dalam masyarakat, khususnya pada masyarakat yang keluarga batinnya dominan.

Keluarga dikaitkan dengan keturunan (umumnya dipahami sebagai ikatan darah). Sementara rumah tangga di definisikan sebagai satuan tempat tinggal yang berorientasi pada tugas. Dengan demikian, pembantu dalam sebuah keluarga disebut sebagai anggota rumah tangga.

Hal lain sebagai pembeda adalah rumah tangga merupakan fungsional ekonomi (produksi, konsumsi dan distribusi), sedangkan keluarga menekankan simbol, nilai, dan makna (Wilk dan Netting, 1984: Hammel. 1984; Carter, 1984, kesemuanya dalam Syaifudin, 1999).

Peranan Anggota Keluarga

Keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh  harapan dan pola perilaku dan keluarga, kelompok dan masyarakat. Berbagai peran individu dalam keluarga dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Ayah sebagai suami dari istri dan ayah bagi anak-anak. Ayah berperan sebagai pencari nafkah utama, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman. Sebagai kepala keluarga, seorang ayah juga merupakan anggota dari kelompok sosialnya serta anggota masyarakat dari lingkunganya.
  2. Ibu sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Seorang ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga suaminya, mengasuh dan mendidik, serta melindungi anak-anaknya. Ibu juga merupakan salah satu bagian dari kelompok sosial serta anggota masyarakat di lingkungannya. Selain berperan sebagai seorang ibu, istri pun berperan dalam membantu mencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
  3. Anak-anak memiliki peran utuk melaksanakan peranan psikososialnya sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

baca juga : Dukungan Psikososial itu Penting !

7 Tugas Pokok Keluarga

  1. Pemeliharaan fisik para anggota keluarga.
  2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
  3. Pembagian tugas masing – masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
  4. Sosialisasi antar anggota keluarga.
  5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
  6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
  7. Membangkitkan dorongan dan semangat pada anggota keluarga.

Fungsi Keluarga

  1. Fungsi afektif, yaitu fungsi keluarga yang utama adalah untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarganya dalam berhubungan dengan orang lain.
  2. Fungsi sosialisasi, yaitu fungsi mengembangkan dan sebagai tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan orang lain di luar rumah.
  3. Fungsi reproduksi, yaitu fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.
  4. Fungsi ekonomi, yaitu fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu dalam meningkatkan penghasilan  dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga.
  5. Fungsi pemeliharaan kesehatan, yaitu fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi. (Friedman, 2010)

Tantangan Keluarga di Era Globalisasi

Mekanisme perubahan dalam keluarga amatlah beragam. Salah satunya adalah perubahan peran keluarga yang relatif cepat.

Perubahan Peran

Pemahaman yang paling umum tentang keluarga adalah menempatkan lelaki sebagai tulang punggung ekonomi keluarga. Tetapi sekarang tidak lagi, karena perempuan juga memiliki kesempatan luas untuk mencari nafkah, bahkan sangat memungkinkan pendapatannya lebih tinggi dari para lelaki atau suaminya.

Dalam situasi tertentu, lebih banyaknya pendapatan yang dihasilkan oleh seorang wanita atau istri rentan menimbukan ketegangan dalam keluarga, bahkan bisa berujung pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Penanganan masalah KDRT yang kurang baik bisa menimbulkan perceraian dan rusaknya keluarga. Bagi pasangan yang memiliki anak, maka salah satunya akan menjadi orangtua tunggal dengan segala bentuk konsekuensinya, termasuk bagi anak itu sendiri yang belum memahami apa arti perpisahan dari orang tuanya.

Perkembangan Teknologi

Saat ini pernikahan antargolongan semakin intens terjadi di sekitar kita.Pernikahan ini bisa antar-suku, antar-ras, antar-kelas sosial, bahkan antar-negara juga marak terjadi. Banyak faktor yang memberikan kontribusi atas hal ini, terutama dengan semakin pesatnya perkembangan transportasi dan komunikasi.

Penggunaan transportasi udara yang terjangkau dapat mempermudah hubungan antar wilayah. Pemanfaatan alat telekomunikasi yang semula menggunakan media surat menyurat dan memerlukan dengan waktu dan biaya yang lama dan besar, menjadi lebih murah dan mudah dengan penggunaan internet dan media sosial.

Semuanya membawa perubahan pada pola – pola pertemanan bahkan percintaan yang melewati batas wilayah. Hal ini juga berkontribusi terhadap dinamika pada keluarga – keluarga yang baru terbentuk.

Diolah dari Makalah Keluarga (Family), Hetharia.M, dkk, 2015/2016

Apakah ada komentar

%d blogger menyukai ini: