kecemasan sosial

Kecemasan Sosial

Kecemasan merupakan istilah yang menggambarkan kondisi seorang atau lebih seperti perasaan khawatir, gelisah, takut, tidak tenteram, dan sebagainya yang disertai dengan berbagai keluhan fisik.

kecemasan sosial
doc. by pixabay

Pendapat para pakar

Maramis (1980)

Kecemasan adalah suatu ketegangan, rasa tidak aman, kekhawatiran yang timbul karena dirasakan akan mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.

Sampai batas tertentu kecemasan tersebut dapat dikatakan normal sebagai suatu tanda atau isyarat agar dapat lebih waspada, karena adanya suatu kondisi bahaya yang mengancam.

American Psychiatric Association

Kecemasan sosial merupakan salah satu bentuk dari kecemasan. American Psychiatric Association (Edelmann, 1992), kecemasan sosial merupakan gangguan yang terus menerus, rasa khawatir yang tidak rasional, dan keinginan yang memaksa untuk menghindari situasi dimana individu dapat menunjukkan dirinya yang memungkinkan orang lain dapat memperhatikannya.

Brecht (2000)

Kecemasan sosial merupakan rasa takut dan khawatir yang berlebihan jika berada bersama dengan orang lain dan merasa cemas pada situasi sosial karena kekhawatir akan mendapat penilaian atau bahkan evaluasi dari orang lain, tetapi akan merasa baik ketika sedang sendirian.

Pendapat di atas dapat diartikan bahwa individu yang mengalami kecemasan sosial cenderung menutup diri, dan pada umumnya disertai dengan perilaku menghindar karena tidak tahan terhadap kritikan yang mungkin akan diterimanya.

Hal itu sering dikaitkan dengan ketakutan yang berlebih bahwa orang lain akan memvonis atau mengadili mereka.

Midwest Center (2000)

Gangguan kecemasan sosial ini merupakan suatu karakter dari kekhawatiran yang terlalu berlebihan karena adanya perhatian dari orang lain, atau rasa khawatir yang berkepanjangan terhadap adanya penghinaan dan keadaan yang membuatnya malu pada situasi sosial.

Richards (2000)

Kecemasan sosial merupakan suatu perasaan mendapat penilaian tidak menyenangkan dari orang lain. “sosial anxiety as discomfort in the presence of other”.

Berbagai pengertian diatas menunjukan kepada kita bahwa kecemasan sosial terjadi pada individu yang mengalami gangguan kecemasan takut dan khawatir secara berlebihan terhadap situasi sosial dan berinteraksi dengan orang lain.

Semua itu dikarenakan mereka sebelumnya telah berprasangka dan berpandangan negatif pada orang lain atau lingkungan sekitarnya.

Terutama jika sedang berada dalam keadaan yang tidak nyaman, keadaan yang membuatnya merasa malu, dan sebagainya.

baca juga :

Ciri atau karakteristik Kecemasan Sosial

Leary & Dobbins (1983)

secara sosial individu-individu yang memiliki rasa cemas cenderung memperlihatkan beberapa ciri atau karakteristik sebagai berikut :

  1. Cenderung mengurangi keterlibatan dirinya dalam situasi pertemuan dengan lingkungan sosial.
  2. Cenderung menarik diri dari lingkungan sosial ketika merasa dirinya tidak nyaman.
  3. Cenderung menghindari situasi sosial yang diperkirakan dapat menimbulkan kecemasan bagi dirinya.

Maleshko & Alden (1993)

Individu yang mengalami kecemasan sosial memiliki karakteristik sebagai berikut :

  1. Cenderung mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan persahabatan dengan individu lain.
  2. Sulit untuk berkomunikasi dengan individu lain.
  3. Cenderung lebih menutup diri terhadap lingkungan sosial.

Jones dan Carpenter, (Brecht, 2000)

Beberapa ciri (karakteristik) individu yang cemas secara sosial, yaitu :

  1. Cenderung lebih menutup diri
  2. Tidak tahan terhadap kritikan dari individu lain yang mungkin akan diterimanya
  3. Mengalami ketakutan yang berlebihan bahwa orang lain akan mengadilinya.

American Psychiatric Association (British Medical Journal, 2003)

Individu yang mengalami kecemasan sosial seringkali menghindari untuk ikut serta dalam kegiatan sosial dan situasi sosial. Misalnya berbicara di depan umum, perkumpulan sosial, dan rapat.

Dayakisni dan Hudaniah (2003)

Beberapa karakteristik individu yang mengalami cemas secara sosial, yaitu :

  1. Cenderung menolak orang lain
  2. Cenderung menarik diri dan tidak efektif dalam interaksi sosial
  3. Merasa kurang memiliki kemampuan untuk berhubungan secara sosial

Pendekatan Kognitif pada kecemasan sosial

Pendekatan kognitif, menurut Leary (1983), menjelaskan mengenai bagaimana individu memandang diri berdasarkan pandangan individu tentang cara individu lain memandang dirinya, terutama dalam kehidupan sosialnya.

Pendekatan kognitif tentang kecemasan sosial dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu :

  • evaluasi diri yang negatif,
  • keyakinan yang tidak rasional, dan
  • standar yang terlalu tinggi.

Proses kognitif ini pada akhirnya akan berpengarug pada cara individu mempresentasikan diri serta membentuk keyakinan akan keberhasilan dalam melakukan presentasi diri.

Bandura (Hidayat, 1996), menjelaskan bahwa cara individu tersebut mempresentasikan diri dapat terjadi karena motivasi untuk melakukan presentasi diri didasari oleh 2 (dua) aspek, yaitu standar yang ada dalam diri dan keyakinan akan kemampuan dirinya untuk mencapai tujuan dari presentasi dirinya.

Sumber : Toglaratua Nainggolan, Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Kecemasan Sosial pada Pengguna Napza. Sosiokonsepsia Vol. 16 No. 02 Tahun 2011.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *