Dukungan Psikososial Itu Penting !

Dukungan Psikososial

Dukungan Psikososial
Image by Sasin Tipchai from Pixabay

Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita jumpai pertengkaran dalam anggota keluarga, dan berujung pada tindak kekerasan dalam rumah tangga. Peristiwa lainnya misalnya pada situasi terjadi bencana. Sehingga banyak orang yang mengalami gangguan emosi yang tidak menyenangkan. Seperti kecemasan, depresi atau tertekan, psikosomatis, ataupun masalah dalam penyesuai diri dalam menghadapi situasi yang ada.

Pada saat-saat itulah mereka mungkin perlu mendapatkan dukungan psikososial yang intensif. Hal tersebut berguna untuk mengembalikan keadaan psikologis dan relasi sosialnya seperti sedia kala.

Pelaksanaan layanan dukungan psikososial juga dapat memperkuat dan menjaga kelentingan seseorang atau masyarakat. Dan itu dapat mereka terima pada saat sebelum ataupun sesudah mereka berada dalam situasi kritis sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Sehingga ketika menjumpai situasi kritis ataupun sulit, mereka sudah memiliki kesiapan atau dapat meminimalisir dampak dari situasi tersebut.

Konsep Sehat dan Dukungan Psikososial

Undang – Undang Nomor 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan, telah memaknai kesehatan sebagai segala sesuatu yang meliputi kesehatan badan, rohani (mental) dan sosial, dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.

Sejalan dengan hal tersebut, WHO (1974) juga mengartikan sehat sebagai suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

Adapun psikososial terdiri dari kata psiko dan sosial. Kata psiko yang dapat memiliki arti jiwa, pikiran, emosi atau perasaan, perilaku, sikap, persepsi dan pemahaman akan diri. Sedangkan sosial dapat merujuk pada orang, tatanan atau sistem kehidupan, norma, nilai, aturan dan lainnya yang berlaku dalam suatu masyarakat.

Psikososial dapat berarti sebagai hubungan yang dinamis dalam interaksi antara manusia. Dimana tingkah laku, pikiran dan emosi individu akan mempengaruhi dan terpengaruh oleh orang-orang, baik secara individu maupun kolektif, termasuk pengalaman-pengalamannya.

Psikososial juga dapat bermakna sebagai suatu kondisi yang memiliki kaitan dengan relasi sosial yang ada. Hal tersebut mencakup faktor psikologis dari pengalaman sesorang. Baik berupa pemikiran, perasaan, dan/atau perilaku yang secara terus menerus saling mempengaruhi satu sama lain.

Oleh karena itu dukungan psikososial merupakan serangkaian aktivitas yang tertuju kepada individu, keluarga, atau masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung. Dukungan psikososial memiliki tujuan untuk mencegah, menolong atau membantu, ataupun mengembalikan atau mengembangkan kapasitas kehidupan sosial sesuai kebutuhannya masing-masing. Dukungan piskososial merupakan aktivitas yang berlandaskan pada seperangkat ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kode etik.

Tujuan Dukungan Psikososial

Tujuan dukungan psikososial adalah mengembalikan individu, keluarga, atau masyarakat pasca suatu peristiwa tertentu. Sehingga mereka menjadi kuat, berfungsi optimal, memiliki ketangguhan atau kelentingan menghadapi suatu masalah. Dan pada akhirnya mampu berdaya dan produktif dalam menjalani kehidupannya.

Lima tujuan spesifik

  1. Menciptakan rasa aman;
  2. Memenuhi kebutuhan dasar, kebutuhan khusus, serta kebutuhan yang mendesak;
  3. Mengurangi reaksi-reaksi emosional yang tidak menyenangkan;
  4. Mengkondisikan untuk kembali ke situasi semula; dan
  5. Mengkondisikan untuk tetap nyaman pada lingkungan tinggal baru ataupun yang lama.

Prinsip Layanan Dukungan Psikososial

  • Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan alamiah untuk memulihkan diri : tranformasi dari perspektif korban (victims) ke penyintas (survivors).
  • Keberadaan dan dukungan dari orang lain merupakan hubungan saling membantu yang dapat meringankan beban.
  • Setiap orang akan memiliki kebutuhan yang bisa saja berbeda, sehingga penting untuk memastikan semua kebutuhan tersebut terpenuhi pada setiap levelnya.
  • Terintegrasi pada struktur layanan yang ada

Pemberi Layanan Dukungan Psikososial

Sangat penting untuk mendapatkan dukungan psikososial yang sesuai dan tepat. Oleh karenanya perlu memperhatikan apa kebutuhan dan siapa yang mampu memberikan dukungan psikososial. Berikut pihak-pihak yang dapat memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penyintas.

Layanan spesialis

Spesialis kesehatan jiwa memberikan layanan bagi penyintas yang mengalami ganggunan psikologis serius atau berat. Layanan kesehatan jiwa seperti ini biasanya bersifat klinis dan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi di bidang Kesehatan Jiwa. Tenaga profesional yang berkompeten pada level ini yaitu : psikiater, psikolog, dan perawat jiwa. Sayangnya jumlah spesialis kejiwaan di Indonesia masih sangat terbatas.

Layanan terfokus Non – spesialis

Layanan ini merupakan layanan bagi penyintas yang mengalami persoalan kesehatan mental sedang. Penyintas dalam kondisi ini bisa terjadi pada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat yang lebih luas. Tenaga profesional seperti dokter umum, dan perawat, konselor, pekerja sosial, dan tenaga profesional lainnya memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi pada tahap ini.

Layanan untuk memperkuat dukungan keluarga dan komunitas

Penyintas juga memerlukan dukungan, karena mengalami stres atau masalah psikologis ringan lainnya. Tenaga yang terlatih di bidang Kesehatan Jiwa seperti komunitas peduli kesehatan jiwa, relawan kemanusiaan, dan relawan sosial yang pernah mengikuti pelatihan dan memahami dukungan psikososial dapat berkontribusi untuk memberikan layanan penguatan dukungan psikososial.

Layanan untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan rasa aman

Penyintas biasanya adalah kebanyakan dari sebagian besar populasi. Masalah yang mereka hadapi umumnya terkait dengan kebutuhan dasar dan rasa aman. Siapa saja dan pihak manapun yang peduli, dapat memberikan dukungan psikososial untuk mengatasinya. Meskipun minim atau hanya mengetahui dasar-dasar pelatihan terkait dukungan psikososial atau dasar-dasar kesehatan jiwa.

Demikian sekilas tentang dukungan psikososial kali ini. Semoga tulisan ini dapat membuat kamu tambah penasaran untuk mencari informasi lebih lanjut menganai dukungan psikososial dan bentuk-bentuk penerapannya.

Semoga bermanfaat, Salam jiwa sehat.

Baca juga :

Apakah ada komentar

%d blogger menyukai ini: