1 Senjata Orang Beriman; Menenangkan Hati

Do’a Itu Menenangkan Hati

 

Do’a merupakan senjata orang beriman. Selain itu do’a juga merupakan obat yang paling mujarab dan sangat bermanfaat. Sesiapapun yang ingin berperang tentu memerlukan senjata dan obat.

 

Maka, jika kita ingin tahu senjata dan obat yang paling ampuh bagi orang beriman untuk menghadapi perang dalam hidup dan kehidupan, baik yang bersifat lahir maupun batin maka jawabnya adalah “Do’a”.

 

senjata bagi orang beriman
Berdo’a, Senjata orang beriman. Sumber Foto : Pixabay

 

Perang Rasa

 

Sebab dalam menjalani hidup dan kehidupan, siapapun pasti akan mengalami perang dengan berbagai rasa. Terkadang perasaan senang dan pada lain waktu perasaan susah.

 

Adakalanya seseorang sehat dan adakalanya sakit. Tertawa bahagia dan sedih menangis silih berganti. Serta berbagai situasi dan kondisi lainnya yang meliputi kehidupan ini.

 

Datang silih bergantinya semuanya itu merupakan bentuk ujian dan perang dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, dalam menghadapi setiap hal yang menimpa diri kita, baik itu berupa kebaikan yang datang ataupun musibah bencana, maka berdo’alah sehingga tenang hati menjadi tenang dan menang.

 

Do’a dan musibah

 

Do’a sebagai senjata orang beriman, dalam menghadapi musibah memiliki tiga tingkatan :

 

Pertama, do’a lebih kuat dari musibah itu sendiri, sehingga do’a dapat segera mengusir musibah yang datang.

 

Kedua, do’a lebih lemah dari musibah, akibatnya musibah yang datang dapat mengungguli do’a yang dipanjatkan, namun yakinlah do’a akan tetap dapat meringankan musibah yang datang.

 

Ketiga, Keduanya (do’a dan musibah) sama kuat, sehingga musibah dan do’a akan saling mempengaruhi satu sama lain.

 

Oleh karenanya, sebagai senjata orang beriman, do’a akan mencegah dan menghilangkan, sekaligus mengurangi dan mengobati bencana yang menimpa.

 

Do’a, senjata orang beriman

 

Do’a merupakan senjata orang beriman. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Hakim dalam shahiih-nya, dari Ali bin Abi Tholib ra., bahwasanya Rasulullah saw., bersabda :

 

“Do’a adalah senjata kaum mukminin dan tiang agama, serta cahaya langit dan bumi”

 

Al Hakim meriwayatkan dalam shahih-nya, dari ‘Aisyah ra., ia mengatakan bahwa Rasulullah saw., bersabda :

 

“Sikap waspada tidak mampu menolak takdir. Do’a akan memberikan manfaat kepada hal-hal yang telah terjadi dan yang belum terjadi. Pada saat musibah itu turun, do’a segera menghadapinya. Keduanya lantas saling bertarung hingga datangnya hari kiamat”.

 

Dari Ibnu Umar ra., sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

 

“Sesungguhnya do’a bermanfaat terhadap apa yang sudah diturunkan dan yang belum diturunkan. Hendaklah kalian berdoa wahai hamba-hamba Allah.” ( HR. Tirmizi, no. 3548. )

 

Baca juga :

Apakah ada komentar