Bidang – Bidang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Pelayanan kesejahteraan sosial merupakan upaya – upaya yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas dan kelangsungan hidup para penerima manfaatnya. Para penerima manfaat tersebut dapat perorangan, keluarga, kelompok, maupun masyarakat secara luas.

Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2009 secara umum menyebutkan bidang-bidang pelayanan kesejahteraan sosial. BIdang – bidang tersebut meliputi Rehabilitasi Sosial, Perlindungan Sosial, Jaminan Sosial dan Pemberdayaan Sosial.

Pelayanan Kesejahteraan Sosial melalui Rehabilitasi Sosial

Rehabilitasi sosial merupakan pelayanan kesejahteraan sosial melalui proses refungsionalisasi dan pengembangan. Definisi rehabilitasi sosial menurut Undang – Undang No 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Pasal 1 menyebutkan, Rehabilitasi sosial adalah proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan seseorang mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat.

Rehabilitasi sosial adalah proses refungsionalisasi dan pengembangan yang memungkinkan seseorang mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat yang pelaksanaannya menjadi tugas dan fungsi Kementerian Sosial.

Pemulihan Disfungsi Sosial

Rehabilitasi sosial pada dasarnya adalah untuk memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang yang mengalami disfungsi sosial agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar. Rehabilitasi sosial dalam pelaksanaanya dapat berupa kegiatan persuasi, motivatif, koersif, baik dalam keluarga, masyarakat maupun panti.

Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Menurut Brown & Hughson (dalam Aritonang, 2001), model rehabilitasi harus merupakan proses menyeluruh, dan melihat seluruh sistem berkaitan dengan fungsi individu dan dalam beberapa kasus memerlukan teknik rehabilitasi berkaitan dengan vokasional, waktu luang, sosial dan aspek gaya kehidupan.

Model pelayanan kesejahteraan sosial melalui rehabitasi memberikan kesempatan untuk menanyakan apa jenis program selanjutnya yang mungkin akan dikembangkan. Rehabilitasi sebagai model pelayanan dapat menunjukkan bidang-bidang kompleksitas yang lebih luas, keterlibatan masyarakat yang lebih besar. Model pelayanan rehabilitasi yang terintegrasi, harus menjamin pelayanan yang konsisten, serta harus memahami tujuan umum dan program.

Kegiatan rehabilitasi sosial

Social services for therapy, help, rehabilitation and social protection: 1. Family casework services, 2. Child welfare programs, particulary foster care and adoption, 3. Probation and parole work, 4. Group therapy, 5. Friendly visiting of the handicapped or the aged, 6. Therapeutic camps, 7. Institutions for delinquents, 8. Institutions for children in need of spervision, 9. School social work with troubled or troublesome children, 10. Medical social work, 11. Child guidance programs, 12. Protective services for the aging.

Uraian tersebut menyebutkan bahwa pelayanan sosial untuk terapi, pertolongan rehabilitasi dan perlindungan sosial meliputi:

  1. layanan keluarga dan bimbingan perseorangan/ case work;
  2. program kesejahteraan anak, utamanya foster care dan adopsi;
  3. pekerjaan probasi dan parole;
  4. terapi kelompok;
  5. kunjungan bersahabat untuk orang dengan kecacatan/handicapp; kecatatan parsial tapi masih bisa beraktivitas normal atau lansia;
  6. perkemahan terapeutik;
  7. intitusi delinquensi;
  8. institusi bagi anak yang memerlukan pengawasan;
  9. pekerjaan sosial sekolah dengan anak yang bermasalah atau sangat bermasalah;
  10. pekerjaan sosial medis;
  11. program bimbingan anak; dan
  12. pelayanan perlindungan bagi lansia.

Baca juga : Pelayanan dan pelayanan kesejahteraan sosial

Pelayanan Kesejahteraan Sosial melalui Perlindungan Sosial

Perlindungan sosial adalah semua upaya yang mengarah pada upaya mencegah dan menangani risiko dan guncangan dari kerentanan sosial. Sebagai pelayanan kesejahteraan sosial, perlindungan sosial pada hakekatnya adalah untuk mencegah dan menangani risiko dari guncangan dan kerentanan sosial seseorang, keluarga, kelompok dan/ atau masyarakat agar kelangsungan hidupnya dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan dasar minimal.

Perlindungan sosial dapat berbentuk bantuan sosial, advokasi sosial, dan/atau bantuan hukum.

Pelayanan Kesejahteraan Sosial melalui Jaminan Sosial

Jaminan sosial adalah skema yang melembaga untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.

Menurut Thomson (2004), “It is argued that no-one in a civilized society should be in a position where they cannot afford the basic necessities of life”. Uraian tersebut menyebutkan bahwa masyarakat yang beradab, tidak boleh ada seorangpun yang berada dalam posisi tidak mampu memenuhi kehidupan dasarnya.

Suharto (2009) mengemukakan bahwa jaminan sosial menunjuk pada sistem atau skema pemberian tunjangan yang menyangkut pemeliharaan penghasilan (income maintenance).

Jaminan Sosial merupakan layanan publik

Sebagai pelayanan kesejahteraan sosial, artinya Jaminan Sosial juga merupakan pelayanan publik. Jaminan sosial merupakan perangkat negara yang didesain untuk menjamin bahwa setiap orang sekurang-kurangnya memiliki pendapatan minimum yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

Adapun peruntukan jaminan sosial lebih mengutamakan pada fakir miskin, anak yatim piatu terlantar, lanjut usia terlantar, penyandang cacat fisik, cacat mental, cacat fisik dan mental, eks penderita penyakit kronis yang mengalami masalah ketidakmampuan sosial ekonomi agar kebutuhan dasarnya terpenuhi, menghargai pejuang, perintis kemerdekaan, dan keluarga pahlawan atas jasa-jasanya.

Pemberian jaminan sosial dapat berbentuk asuransi kesejahteraan sosial dan bantuan langsung berkelanjutan.

Pelayanan Kesejahteraan Sosial melalui Pemberdayaan Sosial

Pemberdayaan sosial adalah semua upaya yang mengarahkan warga negara yang mengalami masalah sosial agar mempunyai daya, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.

Menurut Payne (1997: 266) pada intinya pemberdayaan adalah: “To help clients gain power of decision and action ovetheir own lives by reducing the effect of social or personal block to exercising existing power, by increasing capacity and self confidence to use power and by transferring power from the environment”. (Membantu klien memperoleh daya untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan yang akan ia lakukan yang terkait dengan diri mereka, termasuk mengurangi efek hambatan pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kemampuan dan rasa percaya diri untuk menggunakan daya yang ia miliki, antara lain melalui transfer daya dari lingkungannya).

Pemberdayaan upaya menuju Kemandirian

Hakekat pemberdayaan adalah kemampuan menentukan keputusan dalam menentukan pilihannya sendiri, sehingga mandiri dan meningkatkan segala permasalahan yang dihadapi untuk kehidupan yang lebih sejahtera.

Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Biestek yaitu self determination (menentukan diri sendiri) dan Shardlow (1998) : “ Such a definition of empowerment is centrally about people taking control of their own lives and having the power to shape their own future”.

Uraian tersebut menyebutkan bahwa pemberdayaan pada intinya membahas bagaimana individu, kelompok, ataupun komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan untuk membentuk masa depan sesuai dengan keinginan mereka.

Menurut Dharmawan (dalam Tonny dan kolopaking, 2003) menyebutkan bahwa : “empowerment is a process of having enough energy enabling people to expand their capabilities, to have grater bergaining power, to make their own decisions, and to more easily access to a source of better living”.

Pemberdayaan adalah suatu proses kekuatan yang cukup, dimana memungkinan orang untuk mencoba kapabilitas mereka, mempunyai bergaining kekuatan, untuk menentukan keputusan mereka sendiri, dan untuk pemberian akses yang mudah bagi sumber kehidupan yang lebih baik.

Aspek Pemberdayaan Sosial

Berdasarkan beberapa definisi dari pemberdayaan sosial, Tonny (2003) mengemukakan bahwa pemberdayaan mengandung empat aspek, sebagai berikut:

  1. Argumentation of choices (memperbesar peluang dalam melakukan pilihan-pilihan ekonomi dan politik)
  2. Increases the degree of freedom (meningkatkan derajat kebebasan seseorang atau suatu komunitas tertntu dalam megembangkan kehidupannya)
  3. Enhancing the ability to command more economic resources (meningkatkan kapasitas dalam penguasaan sumberdaya ekonomi)
  4. Commanding more power at the grassroots level (memiliki posisi dan kewenangan lebih besar dalam menentukan sesuatu)

Pemberdayaan sosial adalah untuk memberdayakan seseorang, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang mengalami masalah kesejahteraan sosial agar mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri.

Pemberdayaan sosial dapat dilakukan melalui: peningkatan kemauan dan kemampuan, penggalian potensi dan sumber daya, penggalian nilai-nilai dasar, pemberian akses dan atau, pemberian bantuan usaha.

Baca Juga : Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Jenis dan Fungsinya

Sumber :

Badiklitkesos Kementerian Sosial : Pedoman Pelayanan Terpadu dan Gerakan Masyarakat Peduli Kabupaten / Kota Sejahtera Tahun 2013.

Apakah ada komentar

%d blogger menyukai ini: